Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan halal bihalal bagi seluruh sivitas akademika pada Selasa (16/4/2024) di Graha Polinema. Acara ini bersamaan dengan pelepasan calon jemaah haji Polinema oleh Direktur dan jajaran wakil Direktur.
Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., mendoakan para jemaah haji asal Polinema agar menjadi haji mabrur disertai dengan kelancaran selama menjalani ibadah.
“Mari doakan jemaah haji Polinema ini sampai dengan nanti selesainya ibadah haji diberikan kelancaran dan menjadi haji mabrur. Semoga yang belum berkesempatan, bisa diberikan kesempatan segera,” ungkap Direkrut.
Kelima jemaah haji yaitu, Herwandi, ST., MT., dari prodi Teknik Elektro dengan ibu, Prof. Dr. Ratna Ika Putri, ST., MT., dari teknik elektro bersama bapak, Yan Watequlis Syaifuddin, ST., M.MT. dari teknologi Informasi bersama ibu, Candra Bella Vista, S. Kom., MT., dari teknologi informasi bersama bapak, dan Widaningsih, SH., MH., dari Teknologi Informasi dengan bapak. Mereka diberi cinderamata Souvenir dark Polinema dan Bank Syariah Indonesia.
Salah satu jemaah, Herwandi, mengatakan bahwa Polinema sudah banyak membantu dirinya bersama istri dalam hal keberangkatan haji. Meski biaya haji dikeluarkan secara mandiri, tetapi Polinema membantu untuk mengenalkan sesama jemaah haji dari Polinema.
“Saya aslinya berangkat 2021, karena covid, mundur 2024. Nunggu antrian sekitar 12 tahun. Jadi kalau pelepasan ini memang sudah dilakukan Polinema tiap tahun. Siapa yang berangkat dibuatkan pelepasan,” ujar pria berusia 61 tahun yang akan berangkat bersama istri dari Bandara Juanda ini.
Sementara itu, Direktur Polinema menyebut, acara halal bi halal sebagai bagian dari kearifan lokal Indonesia saat idul fitri. Budaya ini tidak banyak dijumpai di negara lain.
“Bangsa Indonesia punya tradisi dan kebiasaan yang sangat baik, dalam peringatan momen idul fitri. Dalam garis besarnya, mari kita bersama lilo dan legowo, ikhlas untuk saling memaafkan, dan memohon maaf atas segala khilaf yang sengaja dan tidak sebagai manusia biasa,” tegas Direktur.

Supriatna menerangkan, manusia mengandung dualisme yang tidak dapat dipisahkan. Pertama, manusia sebagai makhluk individu, cirinya, unik less atau punya sisi unik. Dengan berbagai karakter ciri berbeda antara satu dengan lainnya.
Di sisi lain, manusia juga makhluk sosial. Tidak akan bisa hidup tanpa keberadaan manusia yang lain. Oleh sebab itu, arti penting halal bi halal untuk menyatukan keberadaan makhluk sosial sebagai individu yang unik tidak akan bisa sama sehingga dalam hubungan sosial perlu saling memahami satu dengan yang lain.
“Sebagai warga Polinema, mari sama sama kita saling memahami, memaklumi, bahwa antara kita dengan yang lain pasti punya karakter, kepribadian yang beda. Jadi sangat wajar dalam berinteraksi pasti ada perbedaan. Untuk itulah perlu saling paham satu sama lain,” tegasnya.
Dia juga berpesan kepada civitas akademika Polinema agar bisa saling memaafkan. Selain itu, perlu untuk saling mendoakan kelancaran satu sama lain.
” Kita tidak bisa menjadi sesuatu yang diinginkan orang lain. Oleh sebab itu, jika ada salah pengertian, maka saling memaafkan. Terakhir, sebagai makhluk lemah kita saling butuh bantuan. Sebagai tema, saudara, atau sahabat, mari kita saling doakan satu sama lain. Itulah membantu yang tidak terlihat orang lain,” kata Direktur Polinema menutup. [dan/aje]






