Blitar (beritajatim.com) – Perusahaan Otobus (PO) Damri (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia) batal jadi angkutan khusus Blitar-Bandara Internasional Dhoho Kediri. PO tersebut memutuskan mundur dari daftar angkutan yang melayani penumpang dari Terminal Patria Blitar menuju Bandara Dhoho.
Kepala Terminal Tipe A Patria Kota Blitar, Verie Sugiharto menyebut, PO Damri menarik kembali permohonan perizinan trayek Blitar-Bandara Dhoho Kediri. Sehingga dipastikan PO Damri tidak bakal menjadi angkutan ke Bandara Dhoho Kediri.
“PO Damri memutuskan mundur dalam pengurusan perizinan trayek ke Dishub Provinsi Jatim menuju Bandara Dhoho Kediri,” kata Verie, Senin (5/2/2024).
Verie mengaku belum mengetahui alasan mundurnya PO Damri dari daftar angkutan khusus Bandara Dhoho Kediri. Pihaknya hanya mendapatkan informasi tersebut dari Dishub Provinsi Jawa Timur.
“Meskipun PO Damri mundur, tetapi ada PO baru lagi yang saat ini tengah mengajukan pengurusan perijinan trayek menuju Bandara Dhoho Kediri,” tegasnya.
Dengan mundurnya PO Damri ini maka total masih ada dua perusahan bus yang melanjutkan perizinannya menjadi angkutan khusus Bandara Dhoho Kediri. Kedua PO tersebut adalah Harapan Jaya dan Bagong.
https://youtu.be/kMorZmvKWew?si=RBc3RD78njqQsJro
Kedua PO tersebut saat ini masih mengajukan izin trayek Bandara Dhoho Kediri ke Dishub Jawa Timur. Saat ini izin ke trayek kedua PO tersebut masih dibahas lebih lanjut oleh Dishub Jawa Timur.
“Adapun rute trayek yang akan dilewati, Terminal Patria, Sanankulon, Srengat, Udanawu, Ringinrejo, Kandat, Kota Kediri dan berhenti sebentar di Terminal Tamanan, lalu melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir yakni Bandara Dhoho Kediri,” imbuhnya.
Selain pembahasan trayek, dalam izin ini juga akan dibahas berapa banyak armada yang akan dioperasikan oleh perusahan otobus. Jumlah armada bus nantinya juga akan disesuaikan dengan perkiraan jumlah penumpang di sepanjang trayek jalan.
“Semoga dengan adanya trayek baru itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian,” tutupnya. [owi/beq]






