Banyuwangi (beritajatim.com) – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro, melalui program pembiayaan dan pendampingan usaha yang menyeluruh.
Di Kabupaten Banyuwangi, program ini telah membuka akses permodalan dan pelatihan kepada ribuan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan perbankan konvensional.
Pimpinan Cabang PNM Banyuwangi, Sugiati Nurul Handayani, menuturkan bahwa program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau PNM Mekaar telah memberikan dampak positif signifikan terhadap kemandirian perempuan di wilayah tersebut.
“Dampak kehadiran PNM ini sangat dirasakan oleh emak-emak di Banyuwangi. Banyak dari mereka yang awalnya tidak punya usaha, kini bisa mandiri, bahkan membuka lapangan kerja bagi sekitar,” ujar Nurul.
Melalui skema pembiayaan kelompok yang inklusif dan tanpa jaminan, PNM menjawab tantangan klasik yang selama ini dihadapi pelaku usaha mikro dalam mengakses pembiayaan formal. Selain itu, Nurul menegaskan legalitas dan keamanan layanan PNM.
“Jadi tidak perlu khawatir, ini legal, terdaftar, dan diawasi langsung oleh OJK,” tegasnya, merujuk pada POJK No.16/POJK.05/2019.
PNM kini tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian. Ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas inklusi keuangan secara merata hingga ke pelosok negeri. Sejak beroperasi di Banyuwangi pada 2017, PNM telah melayani hampir 10.000 nasabah melalui 50 unit layanan.
Tak hanya memberikan modal usaha antara Rp2 juta hingga Rp10 juta, PNM juga menyertakan pelatihan literasi keuangan, pembukuan sederhana, literasi digital, hingga kesempatan mengikuti pameran produk. Hal ini menjadi bekal penting bagi para nasabah untuk “naik kelas” dan memperluas skala usahanya.
“Setiap minggu, kami lakukan pertemuan kelompok. Di situ bukan hanya untuk bayar angsuran, tapi juga ajang saling berbagi pengalaman usaha,” tambah Nurul.
Pendampingan ini menunjukkan bahwa PNM bukan sekadar penyedia pembiayaan, tetapi mitra pemberdayaan yang hadir secara menyeluruh, baik dari sisi sosial, intelektual, hingga pengembangan kapasitas usaha.
Tak hanya bergerak di sektor ekonomi, PNM juga menjalankan berbagai program sosial di Banyuwangi, seperti kampanye pencegahan stunting, penanaman pohon, hingga pembangunan ruang pintar bagi anak-anak nasabah. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang dilakukan PNM bersifat holistik dan berkelanjutan.
Melalui kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM mengajak publik untuk menyaksikan langsung bagaimana proses pemberdayaan perempuan dan UMKM dijalankan di tingkat akar rumput.
PNM percaya bahwa setiap perempuan memiliki potensi besar untuk tumbuh jika diberi akses, kesempatan, dan pendampingan yang tepat. Dengan semangat gotong royong, PNM terus berperan sebagai bagian dari solusi menuju ekonomi keluarga yang tangguh dan inklusif. [alr/suf]






