Jember (beritajatim.com) – Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) bersiaga di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Selasa (29/7/2025), menyusul terjadinya krisis bahan bakar minyak di Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama empat hari terakhir.
Kelangkaan BBM di 41 SPBU menyebabkan antrean panjang warga hingga meluber ke jalan raya. Mereka menunggu pasokan BBM yang datang terlambat, karena terkendalanya akses transportasi jalan di jalur Gunung Gumitir yang menghubungkan Jember-Banyuwangi dan jalur Baluran yang menghubungkan Situbondo-Banyuwangi.
“Di beberapa titik SPBU kawasan lota, kami berupaya membantu masyarakat, terutama pengemudi roda dua yang antre. Mereka kepanasan dan antrean sangat panjang, sehingga kami bersiaga di sana untuk membantu bila ada pengantre yang mengalami kedaruratan seperti pingsan dan kehausan,” kata Edy Wicaksono, Ketua Bidang Komunikasi dan Kerja Sama PMI Jember.
PMI Jember menurunkan 12 personel di dua SPBU. “Kami upayakan kesiagaan ini sampai krisis teratasi. Kami mempertimbangkan situasi dan kondisi, kami utamakan di hari-hari dengan kondisi cuaca panas,” kata Edy.
Edy menegaskan, upaya PMI ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban masyarakat. “Kami juga melihat bahwa kondisi cuaca sangat panas dan antrean sangat panjang, sehingga beberapa orang dehidrasi,” katanya.
Edy meminta maaf, karena PMI Jember belum bisa menyiagakan petugas di semua SPBU. “Kami siagakan di titik-titik yang kami anggap perlu sampai waktu yang kami nilai sudah cukup, misalkan seperti antreannya sudah tidak panjang, berarti sudah tidak perlu. Tapi hari ini waktu antre cukup lama,” katanya.
Sementara itu, di SPBU dekat Pasar Tegalbesar, Jalan Letjen Basuki Rahmat, seorang perempuan pengantre pingsan dan langsung mendapat pertolongan dari petugas PMI. “Beliau tidak sendiri, namun bersama orangtuanya,” kata Wachid Budhi Santoso, petugas PMI yang berjaga di sana.
Korban dievakuasi ke tempat teduh. “Setelah korban sadar, kami evakuasi ke dalam ambulan agar pasien beristirahat sembari menurunkan suhu tubuh,” kata Wachid. [wir]






