Gresik (beritajatim.com) – Pekerja Migran Indonesia (PMI) Malaysia asal Gresik, Jawa Timur, melakukan uneg-unegnya atau curhat dihadapan Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Kedatangan orang nomor satu asal Gresik di negeri Jiran itu dimanfaatkan betul oleh para PMI yang ada di Kualalumpur.
Rahman (44) PMI asal Sangkapura Pulau Bawean menuturkan, ada beberapa persoalan yang dihadapi PMI asal Gresik. Salah satunya adalah transportasi dari Gresik ke kampung halamannya saat gelombang tinggi saat kepulangan jenazah PMI.
“Biaya pemulangan jenazah PMI ke Pulau Bawean sangat tinggi. Termasuk juga biaya berobat di Malaysia,” ujarnya, Minggu (12/02/2023).
Masih menurut Rahman, PMI yang legal sebenarnya mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan maupun ketenagakerjaan. Tapi, ada banyak majikan yang tidak taat bayar sehingga saat PMI sakit banyak biaya yang tidak tercover.
Menanggapi hal tersebut Gus Yani berkomitmen untuk membawa isu ini ke Dirjen Imigrasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar menjadi perhatian lebih ke depannya.
“Informasi itu segera saya sampaikan ke Dirjen Imigrasi Kementrian Luar Negeri mengingat banyak PMI asal Gresik yang mencari nafkah di Malaysia,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gus-yani”]
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, tahun lalu pemerintah daerah akan memfasilitasi pemulangan jenazah, pelatihan purna PMI dan program Gresik Kerja yang ada dalam aplikasi Gresikpedia.
“Intinya adalah di komunikasi, PWGM (Persatuan Warga Gresik Malaysia) sebagai jembatan komunikasi antara PMI dan pemerintah daerah harus menjadi organisasi yang kuat. Pengurusnya mesti sabar dan bermanfaat bagi kebaikan warga Gresik yang ada di Malaysia,” pungkasnya. [dny/but]






