Ponorogo (beritajatim.com) — Kekhawatiran besar disampaikan Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, terkait maraknya tambang ilegal di wilayah Bumi Reog, terutama yang letaknya tak jauh dari Telaga Ngebel. Bagi Bunda Rita, keberadaan telaga tak sekadar ikon wisata, tetapi nadi kehidupan Ponorogo. Dan aktivitas tambang tanpa izin dinilai menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekologinya.
Inventarisasi Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) menunjukkan fakta mencemaskan. Sebab hanya tiga tambang yang berizin, sementara sisanya beroperasi di luar aturan. Kondisi ini diperparah dengan temuan lokasi tambang yang berdekatan dengan zona lindung sekitar Telaga Ngebel.
“Kedalaman Telaga Ngebel itu kan belum bisa diketahui pasti, jadi seperti apa dampaknya tambang untuk telaga ini yang kami khawatirkan,” kata Lisdyarita, Rabu (11/12/2025).
Menurut Lisdyarita, struktur geologi Telaga Ngebel belum memiliki pemetaan mendalam. Ketidakpastian itu membuat aktivitas tambang di sekitarnya sangat berbahaya. Getaran alat berat, perubahan kontur tanah, hingga risiko longsor disebut berpotensi mengganggu stabilitas telaga. Bahkan merusak sumber mata air yang menghidupi Ponorogo.
Bagi Pemkab, risiko sekecil apa pun terhadap telaga harus diantisipasi. Apalagi telaga merupakan suplai air baku bagi ribuan warga dan tumpuan pengembangan wisata. Dalam waktu dekat, Lisdyarita menginstruksikan langkah konkret. Yakni seluruh pemilik tambang ilegal akan diinventarisasi dan dipanggil untuk pertemuan resmi awal tahun mendatang.
Upaya ini untuk memastikan aktivitas pertambangan mengikuti aturan, termasuk penyelesaian perizinan yang kini berada pada kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Kami tak ingin ada bencana di Ngebel dan sekitarnya,” tegasnya.
Lisdyarita menyebut tambang ilegal merugikan daerah ganda. Yakni lingkungan habis dikeruk, sementara kontribusi bagi daerah nihil. “Kalau mereka memang niat menambang harusnya semua legal,” jelasnya.
Dengan meningkatnya curah hujan dan adanya contoh bencana banjir di daerah lain, Lisdyarita ingin memastikan Ponorogo tidak masuk daftar korban berikutnya. Perlindungan Telaga Ngebel, katanya, adalah benteng pertama mencegah bencana. (end/kun)







1 Komentar
dari dulu kemana aja selama menjabat