Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera resmi menerbitkan surat rekomendasi pencalonan pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Rekomendasi itu tertuang dalam surat tertanggal 1 Agustus 2024 yang ditandatangani Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi. Dengan demikian, selain PKS sudah tiga partai yang resmi merekomendasikan Fawait-Djoko, yakni PKB, Gerindra, dan Nasdem.
Fawait menolak berkomentar soal rekomendasi dari PKS ini. “Saya komentar saat deklarasi,” katanya, Sabtu (3/8/2024).
Pernyataan resmi meluncur dari Dima Ahyar, Presiden Rumah Cinta, tim pemenangan Fawait. “Kami sampaikan terima kasih atas surat rekomendasi dan keputusan dari DPP PKS, berkenaan dengan pasangan bacalon untuk Pilkada Jember 2024,” katanya.
Dima mengatakan, setelah surat tugas dari PKS terbit tempo hari, komunikasi intensif, koordinasi, dan konsolidasi dijalin dua kubu. “Selanjutnya hal tersebut akan kami lanjutkan dan mengawal surat rekomendasi ini hingga tahap pendaftaran nanti pada saatnya ke Komisi Pemilihan Umum Jember,” jelasnya.
Fawait-Djoko juga mulai melakukan konsolidasi dengan empat partai yang menerbitkan surat rekomendasi. Sementara untuk konsolidasi hingga level dewan pimpinan cabang di kabupaten, menurut Dima, masih menunggu hasil komunikasi dan koordinasi bersama partai-partai yang menerbitkan rekomendasi.
Fawait adalah politisi Partai Gerakan Indonesia Raya yang saat ini menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD Jawa Timur. Pria kelahiran Jember, 8 Februari 1988, ini adalah alumnus Fakultas Universitas Airlangga Surabaya dan pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam.
Fawait telah menjadi anggota DPRD Jatim sejak 2014. Pemilu 2024 mengukuhkannya menjadi anggota DPRD Jatim untuk ketiga kalinya dari Daerah Pemilihan Jember-Lumajang.
Sementara itu Djoko Susanto adalah mantan kepala Kantor Pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional Jember. Dia sempat mencalonkan diri menjadi bupati dalam Pilkada Jember 2020 dan didukung Gerindra dan PKB.
Namun sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum, dua partai itu menarik diri dan mendukung calon lain. Gerindra mendukung Hendy Siswanto dan PKB mendukung Abdussalam. Akhirnya Djoko gagal mencalonkan diri menjadi bupati. Namun kiprah politiknya dilanjutkan putranya, Edo Rahmanta Ersu Putra, yang terpilih menjadi anggota DPRD Jember 2024-2029 mewakili Daerah Pemilihan Jember 5 dari Gerindra. [wir]






