Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta pemerintah daerah setempat untuk membangun jembatan layang untuk menghubungkan dua bangunan SMP Negeri 2 yang berseberangan di Kecamatan Patrang.
Terletak di tengah kota, menurut juru bicara Fraksi PKB Hafidi, SMPN 2 Jember menghadapi keterbatasan ruang belajar akibat sempitnya lahan yang dimiliki. “Kami berharap ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember dapat memberikan perhatian lebih agar sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ini semakin optimal,” katanya.
Hafidi juga mendesak bekas kantor Dinas Sosial yang berada di dekat SMPN 2 dimanfaatkan menjadi ruang tambahan bagi kegiatan belajar-mengajar.
Sebenarnya di seberang sekolah itu, terdapat gedung milik sekolah yang dibangun dengan swadaya masyarakat yang belum dimanfaatkan optimal. “Kami mendorong agar gedung tersebut diintegrasikan dengan sekolah melalui pembangunan jembatan layang,” katanya.
Pembangunan jembatan layang ini, menurut Hafidi, bukan hanya soal pemenuhan fasilitas pendidikan. “Ini juga soal keselamatan siswa yang setiap hari harus menyeberang jalan,” katanya.
“Akan jadi malu kalau terjadi kecelakaan terhadap anak didik kita, karena Pemerintah Kabupaten Jember tidak mampu untuk membuat jembatan layang. Kami yakin Bupati Jember tidak akan kalah dengan Rumah Sakit Jember Klinik yang punya jembatan layang,” kata Hafidi.
Bupati Muhammad Fawait menyadari keterbatasan lahan untuk pengembangan Sarana Prasarana atau penambahan Ruang kelas baru di SMPN 2. Pemerintah daerah sudah melaksanakan program kegiatan rehabilitasi ruang kelas dan perpustakaan pada 2024.
Namun untuk usulan pembangunan jembatan layang dan pemanfaatan aset gedung eks kantor Dinas Sosial, Fawait berjanji akan melakukan kajian secara menyeluruh dan mendalam dari semua aspek. “Tentunya juga mempertimbangkan keterbatasan anggaran APBD dan prioritas pembangunan,” katanya, dalam sidang paripurna Perubahan APBD Jember 2025, di gedung DPRD Jember, Senin (4/8/2025) malam. [wir]






