Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bermaksud mendatangkan calon presiden Anies Baswedan, calon wakil presiden Muhaimin Iaskandar, dan kritikus sosial Rocky Gerung untuk tampil bersama dalam sebuah diskusi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, medio Januari 2024.
“Kami sedang mengusulkan ke Tim Nasional Amin. Apa pun Jember ini kota pelajar. Maka perlu pendekatan seperti Desak Anies dan Slepet Muhaimin. Ini kemarin tim kampanye Kabupaten Jember sudah berkomunikasi dengan tim di Jawa Timur,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi, Rabu (3/1/2024).
“Semoga di pertengahan atau akhir Januari, Jember bisa jadi tuan rumah. Saya melihat antusiaseme masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, sangat besar. Harus diakui jumlah pemilih Gen Z ini kan hampir 60 persen Semoga Bung Rocky Gerung bisa datang juga,” kata Ayub.
Ayub berharap tuan rumah acara tersebut adalah perguruan tinggi. “Kalau tidak bisa di perguruan tinggi, ya masih banyak tempat. Yang penting mahasiswa juga bisa hadir. Semua unek-unek dicurahkan, terutama mengkritisi, itu yang terpenting, karena sekarang daya kritis bagaikan permata yang sangat mahal,” katanya.
Ayub melihat pemilu kali ini membawa model kampanye baru. “Sudah zamannya berbeda. Saya ikut pemilu, pertama kali ikut konvoi pada 1987. Bahkan saat 1982, pas kelas 1 SD, saya diajak almarhum bapak melihat kampanye PPP. Tahun 1987, saya melihat kampanye PDI waktu Megawati datang ke alun-alun Jember,” katanya.
“Zaman terus berubah. Sekarang era media sosial. Berkampanye lebih efektif melalui live media sosial platform apa pun. Sekarang kami pun beradaptasi dengan melakukan susur desa. Kami harus face to face dengan konstituen. Semakin banyak bertemu, semakin kita bisa memastikan orang memilih,” kata Ayub.
Kampanye akbar monolog bertemu dengan ribuan massa kian lama akan kian ditinggalkan. “Anda mendatangkan 10 ribu orang (dalam kampanye akbar), apakah semua akan memilih Anda? Lima ribu orang saja yang memilih sudah untung,” kata Ayub.
Kandidat presiden, wakil presiden, maupun legislator harus cerdas dalam berkampanye. “Siapapun yang tidak bisa memanfaatkan teknologi, akan dilibas zaman. Kembali lagi: perubahan adalah suatu keniscayaan. Orang pasti berubah. Mau ngomong berkelanjutan, isinya pasti perubahan. Jangan tabu ngomong perubahan. Ayat Alquran kan begitu: siapapun yang hari ini sama seperti hari kemarin adalah kerugian. Kalangan santri mempertahankan hal baik sambil mencari hal baru,” kata Ayub. [wir]






