Bondowoso (beritajatim.com) – DPC PKB Kabupaten Bondowoso menggelar rapat internal jelang Muktamar PKB di Bali, Kamis (15/8/2024). Salah satu hasilnya adalah keputusan bulat dan aklamasi meminta Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kembali menjadi nahkoda partai.
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir menyatakan dukungan supaya Cak Imin tetap menjabat sebagai Ketum PKB di periode berikutnya.
Rapat pleno internal DPC PKB Bondowoso dihadiri Dewan Syuro bersama jajaran dan Ketua Dewan Tanfidz beserta jajaran.
Muktamar PKB sendiri akan digelar di Bali pada 24-25 Agustus 2024 mendatang.
Salah satu alasan Cak Imin diminta menjabat Ketum lagi karena perolehan kursi di DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota bertambah di setiap periodenya.
“Kami memohon dan mendukung kembali Gus Dr H. Abdul Muhaimin Iskandar untuk menjadi Ketua Umum DPP PKB,” kata Ahmad Dhafir kepada BeritaJatim.com, Kamis (15/8/2024).
Dalam rapat pleno internal itu, keputusan diambil bukan dengan cara voting. Sebab seluruh peserta pleno sudah satu suara.
“Itu berdasarkan hasil aklamasi, tanpa voting. Kami juga berharap di Muktamar PKB nanti untuk pemilihan ketua lewat mekanisme musyawarah mufakat,” terang Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso ini.
Ia mengaku bahwa di era kepemimpinan Cak Imin, PKB sering diuji, terutama pada tahun 2009 lalu.
“Alhamdulillah diberikan keselamatan oleh Allah SWT dan masih bisa menjadi peserta pemilu,” katanya.
Kemudian pada tahun 2014, 2019, dan 2024, kursi PKB ini selalu bertambah.
“Ini menunjukan indikator keberhasilan seorang pemimpin, yang dalam hal ini PKB dipimpin oleh Cak Imin,” nilai Dhafir.
Ia menambahkan, PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin semakin solid dan fokus pada membesarkan partai.
“Kami berharap agar Muktamar PKB di Bali nanti dilaksanakan dengan suasana penuh persaudaraan, sejuk, dan penuh kekompakan,” harap warga Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, Bondowoso ini.
Alumnus Pondok Pesantren Sidogiri ini juga berharap PKB ke depan semakin kuat, besar dan kokoh.
“Semoga di pemilu berikutnya menjadi partai pemenang. Minimal rangking 3, bahkan kalau perlu rangking 2,” harap Dhafir. [awi/beq]






