Mojokerto (beritajatim.com) – Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Sekolah Kedinasan Formasi Tahun 2023 di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Mojokerto.
SK PPPK dan SK CPNS Sekolah Kedinasan Formasi Tahun 2023 diserahkan kepada 120 orang di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Selasa (2/4/2024). Dengan rincian, sebanyak 118 orang PPPK dan 2 orang CPNS Kedinasan masuk dalam formasi Tahun 2023 di lingkungan Pemkot Kota Mojokerto.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto, Muhammad Imron dalam laporannya mengatakan, tujuan penyerahan SK PPPK dan SK CPNS Sekolah Kedinasan Formasi Tahun 2023 tersebut adalah untuk memberikan status kepegawaian yang akan menjadi dasar PPPK dan CPNS sebelum diangkat menjadi PNS.
“Jumlah yang mendapatkan Surat Keputusan pada siang hari ini, ada total 120 orang. Pertama, untuk formasi guru ada 39 orang, formasi tenaga kesehatan ada 54 orang, tenaga teknis ada 25 orang serta 2 orang lulusan Sekolah Kedinasan. Kegiatan penyerahan SK Formasi 2023 ini merupakan rangkaian akhir seleksi yang dilaksanakan selama tahun 2023,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan amanat dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 6 bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari dua yakni PPPK dan PNS. “Yang jelas apapun ASN itu digariskan, pertama untuk pelaksanaan kebijakan publik,” katanya.
Kedua yakni melayani publik dan ketiga yakni alat pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini berpesan agar terpatri di dada para PPPK dan CPNS Sekolah Kedinasan BeRAKLAK ASN. Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Saya tekankan, tolong loyal kepada masyarakat dan lebih loyal kepada masyarakat. Saya harapkan dengan sudah diterimanya SK harus bisa menjadi boster luar biasa untuk Pemkot Mojokerto. Bung Karno saja cuma minta 10 pemuda untuk bisa menguncang dunia jadi kalau 120 orang, maka tidak hanya dunia yang tergoncang,” ujarnya.
Mas Pj (sapaan akrab, red), dengan diterimanya SK kepada 12 orang diharapkan Indeks Kota Mojokerto menjadi yang terdepan. Penekanan ASN menurutnya ada tiga, pertama harus berdampak. Kedua, birokrasi jangan dipresepsikan banyak kertas dan ketiga yakni ASN dituntut semakin lincah dalam bekerja.
“Harus bisa menunjukan sebuah kreativiti, semangat inovasinya harus tampak, kalau kita tidak punya sense of crisis tidak punya daya kreatifiti, tidak punya inovasi maka Kota Mojokerto yang hari ini menjadi Kota Terinovatif se-Indonesia itu hanya sebagai cerita. Jadi saya sepakat, jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Bangun personal branding yang bagus,” tegasnya.
Turut hadir Kepala Bidang Pengangkatan dan Pensiun, Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya, Luluk Budiarti, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Sulaiman Rosyd, M.MKes serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. [tin/but/adv]







