Mojokerto (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro menginstruksikan agar ASN di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto membeli beras premium dari Bulog. Instruksi ini disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.3/271/417.102.1/2024 tentang Himbauan Pembelian Beras Premium bagi ASN di Lingkungan Pemkot Mojokerto.
“SE ini sebagai upaya pengendalian inflasi dan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras bagi masyarakat khususnya beras premium di Kota Mojokerto. Harga beras premium memang naik sampai Rp16 ribu, bahkan stok sempat kosong di retail yang merupakan franchise besar,” ungkapnya, Selasa (27/2/2024).
Oleh karena itu, ASN Kota Mojokerto diarahkan untuk membeli beras premium dari Bulog. Dengan adanya imbauan tersebut, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini berharap agar beras yang ada di pasar lebih diperuntukkan bagi masyarakat, sehingga tidak terjadi panic buying di masyarakat. Khususnya di Kota Mojokerto.
“Mari kami jaga masyarakat supaya tidak panik menjelang bulan Ramadan, jaga betul tingkat inflasi di Mojokerto agar dibawah rata-rata regional dan nasional serta menjaga daya beli masyarakat,” tegas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur ini.
Dalam SE yang ditandatangani tanggal 20 Februari 2024 tersebut berisi sejumlah langkah kebijakan dalam pengendalian inflasi. Diantaranya dengan melibatkan semua pihak termasuk ASN Kota Mojokerto. Pada SE tersebut diinstruksikan agar ASN Kota Mojokerto membeli beras premium.
Yakni melalui Koperasi Tri Madya yang menjadi bagian dari Pracangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dalam hal pembelian beras premium, melalui SE ini juga dilakukan pembatasan pembelian yakni maksimal 15 kg perbulan bagi setiap ASN serta dilarang memperjual belikan kembali beras premium tersebut.
Sebelumnya, Mas Pj (sapaan akrab, red) bersama Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S Marunduri memastikan ketersedian stok beras yang ada di Bulog, Selasa (19/2/2023). Stok tersebut masih mencukupi untuk 5-6 kedepan bagi tiga wilayah, yaitu Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang. [tin/aje]






