Pasuruan (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto, menyebut masalah limbah PT Satoria Grup yang dikeluhkan warga telah selesai. Dia mengklaim sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Menurutnya, PT Satoria Grup telah melakukan dua tahap untuk mengatasi limbah. Tahap pertama, Satoria telah menggelontor air ke saluran dan sungai untuk mengurangi bau yang timbul dalam proses pembuangan limbah. Sedangkan pada tahap kedua, pipa yang dinyatakan bocor telah diperbaiki.
“Kita sudah lakukan koordinasi dengan dengan DLH Kabupaten Pasuruan, dan sudah ada dua tahap penyelesaian. Sehingga kami nyatakan permasalahannya sudah clear dan masyarakat sudah aman,” kata Andriyanto, ditulis Jumat (20/10/2023).
Menanggapi hal tersebut, salah satu warga Kecamatan Kejayan, Hanan mengatakan, sampai saat ini Pj Bupati Pasuruan masih belum turun ke lapangan. Sehingga tidak mengetahui dampak yang dikeluhkan masyarakat.
BACA JUGA:
Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Marah, Satpol PP Tak Komitmen
“Sampai sekarang Pak Bupati masih belum lihat situasinya. Bahkan masyarakat yang terdampak hingga tak bisa mandi dan mencuci baju di sungai karena air bau busuk,” kata Hanan.
Diketahui saat ini, DLH Provinsi Jawa Timur telah mendatangi lokasi pembuangan limbah di Sungai Welang. DLH mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian.
BACA JUGA:
Hasil Audit Pasar Wonosari Pasuruan Bukan Kerugian Negara?
Dari hasil sampel ini nantinya akan diketahui apakah air Sungai Welang benar tercemar limbah dari PT Satoria Grup atau dari penyebab lainnya.
Sebelumnya warga dari enam desa di Kabupaten Pasuruan yang memanfaatkan air dari Sungai Welang telah melakukan demo. Namun dari pihak Satoria tak memberikan solusi dan tanggapan yang serius. [ada/beq]






