Blora (beritajatim.com) – Semangat peduli lingkungan di Kabupaten Blora terus berkobar, tak kenal lelah, dan terus mengalir seperti air yang tak pernah berhenti. Semua ini dilakukan demi masa depan bangsa dan cinta tanah air Indonesia.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pipit Windri Aryati Samgautama Karnajaya yang merupakan aktivis penyayang lingkungan Bumi Blora Mustika dan sebagai pelopor Eco Enzym di Kabupaten Blora.
Pipit, yang juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Eco Enzym Nusantara Blora telah secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan untuk mengurangi limbah keluarga dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya lingkungan bersih.
Salah satu langkah konkret yang telah diambil oleh Pipit adalah memberikan pelatihan pembuatan Eco Enzym (EE) kepada berbagai kelompok masyarakat. Seperti santri dari beberapa Pondok Pesantren di Kabupaten Blora, para anggota Dharma Wanita Persatuan, dan keluarga besar Dinas PUPR Kabupaten Blora.
Baca Juga: Polisi Inspiratif, Bertahun-tahun Konsisten Ingatkan Salat Lima Waktu Lewat WA Grup
“Ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat EE dan bagaimana membuatnya,” jelas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPW DPUPR Kabupaten Blora itu.
Pipit juga telah membentuk relawan EE dan memberikan motivasi kepada ibu-ibu untuk membagikan produk EE secara gratis kepada warga di RT 09 RW V Perumnas Karangjati Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Sebagai langkahnya, Pipit juga memeberikan edukasi pembuatan EE kepada istri dari para purna tugas yang bekerja di Dinas PUPR Kabupaten Blora.
“Tujuan dari pelatihan ini tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk hiburan dan penghargaan atas pengabdian suami-suami mereka yang telah purna tugas,” tambahnya.
Baca Juga: Porprov Jatim, FPTI Surabaya dan Gresik Bersaing Ketat
Selain rutin menggelar pelatihan EE, Pipit juga menginisiasi pembentukan Bank Sampah di Perumnas Karangjati. Dengan harapan para warga paham tentang pentingnya pemilahan sampah dan memungkinkan mereka untuk mendaur ulang limbah kertas dan plastik mereka melalui Bank Sampah.
“Inisiatif ini mendapatkan respon positif dari warga, dan sekarang setiap warga yang menyetor limbah (kertas dan plastik) ke Bank Sampah memiliki tabungan dana,” jelas Pipit.
Tidak hanya itu, gerakan yang dilakukan Pipit juga membentuk relawan Eco Enzym Nusantara Blora yang terdiri dari para ibu-ibu muda dari Dinas PUPR yang bersedia menyumbangkan botol plastik, kertas, dan limbah organik lainnya ke Bank Sampah.
“Mereka memiliki semangat yang tinggi dan komitmen kuat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi limbah. Slogan yang diusung oleh para relawan ini adalah Sampah adalah tabungan kami, tabungan berbuat baik kepada bumi ibu pertiwi,” tegasnya.
Baca Juga: Banyuwangi Mulai Mendulang Medali di Porprov Jatim VIII
Pipit juga memiliki visi cerdas dalam mendidik anak-anak sejak dini tentang pentingnya lingkungan bersih. Dia percaya bahwa pendidikan tentang kebersihan dan lingkungan adalah bagian dari iman.
“Oleh karena itu, saya memperkenalkan konsep ini kepada anak-anak dengan mengajak mereka untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah limbah, dan mendukung Bank Sampah,” lanjutnya.
Melalui upaya-upaya ini, Pipit berharap dapat menciptakan generasi yang memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi dan dapat menjaga lingkungan hidup bebas dari sampah keluarga. (red/ian)






