Ngawi (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ngawi terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Sejak dimulai pada 2005 hingga terakhir 2020, Pilkada Ngawi diikuti mulai lima paslon hingga calon tunggal.
Sebelum adanya pilkada langsung dipilih oleh rakyat, Bupati Ngawi dipilih oleh DPRD. Kala itu, Harsono terpilih menjadi Bupati.
Kemudian, di tahun 2000, Bupati harus memiliki wakil. Pun, Budi ‘Kanang’ Sulistyono terpilih jadi Wakil Bupati.
Pilkada 20 Juni 2005
Pilkada yang dikehendaki konstitusi secara demokratis, maka pembentuk UU Nomor 32 Tahun 2004 mengambil keputusan Pilkada dilakukan langsung oleh rakyat. Karenanya, Harsono-Kanang maju sebagai salah satu pasangan calon.
Pasangan Harsono-Budi Sulistyono diusung gabungan Partai Golkar, PDI- P, PPP, dan PKS ini unggul dengan perolehan suara 242.225 atau 56,7 persen dari total 427.262 pemilih yang menggunakan hak pilihnya Dengan perolehan ini, untuk sementara Harsono- Budi Sulistyono, mengungguli tiga pasangan calon lainnya.
Sedangkan saingan terdekatnya, pasangan Oesodo Hadidjojo-Sugiho Pramono, yang berangkat dari PAN, Demokrat, dan PKPI mendapatkan 139.266 atau 32 persen.
Dua pasangan lainnya, masing-masing Marsahid-Hery Setiawan yang diusung Aliansi 15 Parpol, mendapatkan 34.731 atau 8,1 persen Sedangkan pasangan Budijono-Soedariono dari PKB, hanya mendapatkan 11.040 atau 2,6 persen.
Pilkada 12 Mei 2010
Kemudian, di tahun 2010, Kanang menggandeng Ony Anwar Harsono, putra dari Mantan Bupati Harsono untuk maju sebagai pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati.
Pasangan nomor urut satu, Try Suyono dan Suranto, diusung Hanura, PBR, dan PKPB. Pasangan nomor urut dua M Rosyidi dan Siti Amsiyah maju dari jalur perseorangan.
Sementara Wakil Bupati Ngawi periode 2005- 2010, Budi Sulistyono yang menggandeng Ony Anwar diusung PDI Perjuangan, Golkar, PAN, dan PKS mendapat nomor urut tiga.
Kemudian pasangan nomor urut empat, Maryudhi Wahyono dan Suratno diusung koalisi 13 partai yang dipimpin Partai Demokrat. Mantan model Ratieh Sanggarwati yang bergandengan degan Khoirul Anwar Mumin yang diusung PPP dan PKB mendapat nomor urut lima.
Hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan hasil Perolehan Suara Pemilukada dan Wakil Kepala daerah oleh KPU Ngawi menyatakan bahwa urutan pemenang menyatakan pasangan Incumbent Budi Sulistyono alias Kanang-Ony Anwar sebagai peroleh suara terbanyak 222.588 atau 54,38 persen.
Disusul pasangan Maryudhi Wahyono-Suratno (MARS) yang memperoleh peringkat dua dengan suara 99.059 atau 24,2 persen, pasangan Ratih Sanggarwati-Khoirul Anam (RAKA) masuk peringkat tiga perolehan suara 58.310 suara atau 14,24 persen.
Pasangan Tri Suyono-Suramto (NOTO) peringkat empat dengan perolehan suara 18.444 atau 4,51 persen serta pasangan Mohamad Rosidi-Siti Amsiyah (ROSA) yang berangkat dari perseorangan mendapat urutan paling bawah dengan perolehan suara 10.939 atau 2,67 persen.
Pun, calon bupati Ratih Sanggarwati dan calon wakil bupati Khoirul Anam menilai ada kecurangan dalam proses Pemilu 2015. Keduanya kemudian melapor ke Mahkamah Konstitusi.
Namun, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan atas hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Kabupaten Ngawi, itu.
“Dulu surat resmi penolakan gugatan itu telah dikirim oleh Mahkamah Konstitusi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi pada 26 Mei 2015 lalu. Penolakan tersebut karena pengajuan gugatan melebihi tiga hari setelah penetapan hasil penghitungan suara pasangan calon terpilih,” kata mantan anggota KPU Ngawi Syamsul Wathoni, Selasa (13/8/2024).
“Surat gugatan tersebut tidak sampai masuk registrasi karena telah melebihi tiga hari dari penetapan rekapitulasi suara pilkada Ngawi pada 18 Mei 2010,” katanya.
Pilkada 9 Desember 2015
Selanjutnya pada Pilkada 2015, Kanang-Ony kembali macung. Pilkada 2015 di Kabupaten Ngawi diikuti oleh dua pasangan calon, yakni pasangan petahanan Budi Sulistyono-Ony Anwar yang didukung oleh PDIP, Golkar, PKS, PKB, Gerindra, PAN, Nasdem, Hanura, serta Demokrat, serta bakal calon pasangan dari jalur perseorangan, Agus Bandono dan Adi Susilo.
“Kanang Ony dengan jumlah perolehan suara sebanyak 454,041 suara atau 87,65 persen dari jumlah 517,999 surat suara. Kemudian, pasangan calon nomor urut dua dengan jalur perseorangan Agus Bandono- Adi Susila dengan jumlah perolehan suara sebanyak 63,958 suara atau 12,35 persen,” kata Syamsul Wathoni mantan Ketua KPU Ngawi itu.
Pilkada 9 Desember 2020
Pada surat suara, pasangan Ony-Antok memperoleh posisi sebelah kiri (sebelah kiri dari sisi pemilih) pada surat suara pemilihan. Sedangkan sebelah kanan pada surat suara berupa gambar kotak kosong.
Pasangan Ony Anwar dan Dwi Rianto Jatmiko, didukung 10 partai. Di antaranya, PDI Perjuangan, Golkar, PKB Gerindra, PKS, PAN, Nasdem, Demokrat, Hanura, dan PPP.
KPU Kabupaten Ngawi menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilbup 2020. Jumlah DPT adalah 686.775 orang terdiri dari 336.709 pemilih laki-laki, dan 350.066 daftar pemilih perempuan.
Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko mendapat 471.082 suara atau 94.42 persen dan kotak kosong mendapat 27.381 suara atau 5,58 persen. Ony-Antok kemudian dilantik pada 26 Februari 2021. Dengan calon tunggal ini kondang disebut lawan bumbung kosong. [fiq/beq]






