Surabaya (beritajatim.com)– Dalam dunia skincare, bekas jerawat memiliki beberapa jenis yang perlu ditangani dengan cara berbeda. Dua yang paling sering muncul adalah PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation) dan PIE (Post-Inflammatory Erythema). Keduanya memang sama-sama muncul setelah jerawat mereda, tapi penyebab, tampilan, serta cara mengatasinya sangat berbeda. Kesalahan memahami jenis bekas jerawat dapat membuat perawatan tidak efektif, bahkan membuat bekasnya semakin lama hilang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami ciri-ciri PIH dan PIE agar kamu bisa tahu langkah yang tepat untuk menghilangkannya dengan cepat.
Apa Itu PIH?
PIH atau Post-Inflammatory Hyperpigmentation adalah kondisi ketika kulit meninggalkan noda gelap setelah jerawat sembuh. Warnanya bisa coklat terang, coklat tua, bahkan hampir hitam, tergantung warna kulit dan tingkat inflamasi. PIH bisa muncul karena beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Tubuh memproduksi melanin berlebihan sehingga menimbulkan peradangan
2. Paparan sinar matahari tanpa sunscreen
3. Kebiasaan memencet jerawat
4. Luka atau iritasi pada kulit
5. Produk skincare yang terlalu keras untuk kulit sensitif
PIH tidak terasa sakit, tidak meradang, dan hanya berupa perubahan warna. Inilah yang membedakannya dari jerawat aktif. Bekasnya berada pada lapisan epidermis, sehingga bisa hilang, tetapi prosesnya cenderung lebih lama. Berikut ini adalah ciri-ciri PIH:
1. Berwarna coklat atau coklat kehitaman
2. Kulit tidak terasa sakit atau meradang
3. Muncul setelah jerawat mengering
4. Lebih umum di kulit yang lebih gelap
Apa Itu PIE?
PIE atau Post-Inflammatory Erythema adalah bekas jerawat yang terlihat merah, merah muda, atau keunguan. Berbeda dengan PIH yang terkait pigmentasi, PIE muncul akibat kerusakan atau pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit. Saat jerawat mengalami inflamasi parah, pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit membesar atau pecah. Ketika jerawat sembuh, pembuluh darah tersebut belum kembali normal sehingga meninggalkan warna merah yang sulit hilang. PIE bisa muncul karena beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Peradangan jerawat yang sangat parah
2. Pembuluh darah melebar akibat iritasi
3. Jerawat sering dipencet atau diutak-atik
4. Perawatan yang membuat kulit kian sensitif
5. Kondisi kulit tipis atau rentan kemerahan
PIE berada lebih dalam dibanding PIH sehingga bisa memudar lebih lambat, tergantung seberapa parah kondisi pembuluh darahnya. Berikut ini adalah ciri-ciri PIE:
1. Warna merah atau merah muda
2. Bisa tampak keunguan pada kulit lebih gelap
3. Muncul setelah jerawat meradang parah
4. Sering muncul pada orang yang suka memencet jerawat
5. Kulit bisa terasa sedikit sensitive
PIH dan PIE sama-sama tidak berbahaya, tetapi keduanya bisa mengganggu rasa percaya diri. Dengan mengetahui penyebab dan ciri keduanya, selanjutnya kamu bisa menentukan cara penangannya yang lebih tepat dan aman untuk kulitmu.
[Pranata Dewi Ratna Swari]






