Jakarta (beritajatim.com) – PT PGN Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, sebagai pemain utama dalam ekosistem gas di Indonesia, terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik di masa transisi energi. Hal ini dilakukan melalui strategi integrasi dan agregasi yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas energi gas bumi ke seluruh wilayah di Indonesia.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, menjelaskan bahwa PGN melihat peluang besar untuk meningkatkan utilisasi gas bumi dengan menggabungkan infrastruktur eksisting dengan sumber-sumber gas baru, kilang, dan industri petrokimia.
“Dengan skema terintegrasi ini, utilisasi gas bumi PGN dapat meningkat hingga 48%, dibandingkan dengan 14% jika hanya memanfaatkan infrastruktur eksisting,” ujar Rosa dalam acara Energy & Economic Outlook Gasfest 2024 pada 14 Mei 2024.
PGN juga terus menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder, regulator, dan calon pelanggan gas bumi di hilir untuk menyelaraskan rencana strategis pemanfaatan gas bumi nasional.
“Pemerintah juga memberikan dukungan penuh untuk kelancaran program ini,” tambah Rosa.
Menurut proyeksi SKK Migas, produksi gas di Indonesia akan terus meningkat, dengan proyek besar di wilayah utara, penemuan gas raksasa di Aceh dan Andaman. Namun, untuk memanfaatkan potensi ini, diperlukan infrastruktur terintegrasi yang memadai. Di sinilah peran PGN menjadi krusial sebagai pengelola infrastruktur gas terbesar di Indonesia.
PGN telah menyiapkan Rencana Umum Penyediaan Gas bersama dengan Pertamina sebagai holding.
“Kami telah memetakan neraca gas, supply and demand, dan peluang pengembangan infrastruktur eksisting untuk memenuhi kebutuhan di kota-kota, kawasan industri, transportasi darat (CNG), transportasi laut, dan lainnya,” jelas Rosa.
Untuk mendukung kelancaran distribusi gas bumi, PGN membutuhkan dua infrastruktur pipa gas bumi, yaitu Pipa Cirebon-Semarang Tahap 2 dan Pipa Dumai-Sei Mangkei. “Dengan infrastruktur ini, PGN dapat memiliki fleksibilitas untuk mengakses sumber gas baru dari berbagai wilayah,” terang Rosa.
Di Indonesia Timur, PGN melihat perlunya skema logistik yang lebih baik, salah satunya dengan menggunakan kapal untuk mendukung transisi energi yang berkelanjutan.
“Integrasi dan agregasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi dan meningkatkan daya saingnya. Dengan harga yang lebih kompetitif, PGN dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong kemandirian energi nasional,” pungkas Rosa.
Langkah Nyata PGN dalam Mengoptimalkan Pemanfaatan Gas Bumi Domestik:
- Meningkatkan utilisasi infrastruktur eksisting: PGN akan memanfaatkan infrastruktur pipa gas yang ada dengan menggabungkannya dengan sumber-sumber gas baru, kilang, dan industri petrokimia.
- Membangun infrastruktur baru: PGN akan membangun pipa gas baru untuk menghubungkan sumber gas dan pelanggan di berbagai wilayah.
- Meningkatkan kerjasama dengan stakeholder: PGN akan menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder, regulator, dan calon pelanggan gas bumi untuk menyelaraskan rencana strategis pemanfaatan gas bumi nasional.
- Mendukung transisi energi: PGN akan menggunakan gas bumi sebagai energi transisi menuju energi terbarukan.
Manfaat Integrasi dan Agregasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik:
- Meningkatkan keandalan pasokan gas bumi: Dengan infrastruktur terintegrasi, PGN dapat mengakses sumber gas dari berbagai wilayah sehingga pasokan gas bumi lebih terjamin.
- Menurunkan harga gas bumi: Dengan skema agregasi, PGN dapat memperoleh gas bumi dengan harga yang lebih murah dan kompetitif.
- Meningkatkan kemandirian energi nasional: PGN dapat mengurangi impor gas bumi dan meningkatkan penggunaan energi domestik.
- Mendukung pertumbuhan ekonomi: PGN dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, seperti industri, transportasi, dan pariwisata. [rea/beq]






