Kediri (beritajatim.com) – PG Meritjan Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Serangkaian kegiatan sosial terus dilakukan, mulai dari pembagian paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan pompa air bersih bagi petani, hingga santunan rutin kepada anak yatim piatu.
“Alhamdulillah sampai saat ini kami bisa konsisten untuk santunan yatim setiap jumat legi di Desa Jabon, Kelurahan Dermo, dan Kelurahan Merican,” ujar Wakhyu Priyadi Siswosumarto, General Manager PG Meritjan.
Santunan tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh karyawan PG Meritjan yang secara sukarela menyisihkan sebagian gajinya. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan doa anak yatim dapat membawa keberkahan, keselamatan, dan kelancaran selama musim giling.
PG Meritjan saat ini tengah menjalankan proses giling tahun 2025 dan telah memasuki hari ke-43. Hingga saat ini, sebanyak 76.674,8 ton tebu telah berhasil digiling. “Kami berharap semoga proses giling terus berjalan lancar dan semua berjalan sesuai rencana kerja kami,” harap Wakhyu.
Selain itu, Wakhyu menyampaikan pentingnya dukungan dari semua pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar demi kesuksesan proses giling PG Meritjan. Ia menekankan bahwa keberhasilan PG Meritjan juga akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.
Untuk diketahui, ribuan orang terlibat dalam proses giling ini. Mereka terdiri dari pekerja kebun, penebang tebu, sopir truk pengangkut tebu, pengelola limbah padat, anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR), karyawan koperasi PG Meritjan, hingga para pedagang di sekitar lingkungan pabrik. “Semoga PG Meritjan terus memberi manfaat dan menjngkatkan perekonomian lingkungan sekitar,” harap Wakhyu. [nm/kun]







1 Komentar
Luar biasa PG MERITJAN
Kiprahnya untuk memenuhi target demi tercapainya swasembada pangan khususnya gula, tetap tidak melupakan melupakan peran positifnya untuk masyarakat sekitar..
Semoga perjuangan menuju swasembada mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Aamiin