Gresik (beritajatim.com) – Petrokimia Gresik sukses mendongkrak produktivitas semangka hingga 34 persen di wilayah Tapal Kuda melalui program inovatif Lomba ‘Pestani Semangka Tapal Kuda’. Keberhasilan ini tercapai pada Rabu (18/2/2026) meski di tengah tantangan cuaca ekstrem dan musim hujan yang biasanya memicu gagal panen massal.
Perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini fokus memperkuat budidaya semangka di wilayah Jember, Lumajang, dan Banyuwangi. Program ini dirancang untuk memastikan ketersediaan buah segar berkualitas tinggi guna memenuhi lonjakan permintaan pasar menjelang Bulan Ramadan 2026.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyatakan bahwa musim hujan sering menjadi tantangan besar bagi petani dalam menjaga kualitas buah. Namun, intervensi teknologi tepat guna dan penggunaan nutrisi tanaman yang berkualitas terbukti mampu meminimalisir risiko kerusakan tanaman.
“Dengan teknologi tepat dan pupuk berkualitas, semangka lebih tahan curah hujan tinggi sehingga produktivitas meningkat signifikan,” katanya di sela-sela Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda, Rabu (18/2/2026).
Hasil nyata terlihat pada lahan demonstration plot (demplot) di Banyuwangi yang mencatatkan produktivitas sebesar 63 ton per hektar dari standar sebelumnya 47 ton. Tingkat kemanisan buah juga melampaui rata-rata pasar dengan capaian 12 Brix, di mana standar umum biasanya hanya menyentuh angka 10 Brix saja.
Teknologi pendampingan ini juga mempercepat proses polinasi sekitar 2 hingga 5 hari lebih awal dibandingkan metode konvensional. Hal tersebut menghasilkan buah yang lebih padat, berisi, dan tidak kopong meskipun tumbuh dalam kondisi curah hujan yang sangat tinggi.
Selama proses budidaya, para petani di wilayah Tapal Kuda mendapatkan pendampingan komprehensif melalui paket tanaman khusus. Pendampingan ini memastikan setiap tahap penanaman dilakukan sesuai standar agronomis untuk menghasilkan pendapatan maksimal bagi keluarga petani.
Hasil panen berkualitas dari wilayah ini telah didistribusikan ke berbagai kota besar seperti Surabaya, Semarang, Jakarta, hingga menjangkau Lampung. Sementara itu, buah dengan ukuran kecil berkisar 2 hingga 3 kilogram banyak terserap oleh pasar Bali untuk kebutuhan pariwisata.
Adityo Wibowo mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari penggunaan produk unggulan seperti Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, dan Phonska Cair. Rangkaian produk tersebut bekerja secara sinergis untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit di musim lembap.
“Dalam program demplot, Petrokimia Gresik menggunakan produk-produk unggulan seperti Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, dan Phonska Cair yang terbukti meningkatkan ketahanan tanaman di musim hujan,” ungkap Adityo Wibowo.
Petrokimia Gresik berharap keberhasilan program di wilayah Tapal Kuda ini dapat segera direplikasi secara luas di berbagai sentra pertanian nasional. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar perusahaan untuk mendukung swasembada pangan nasional dan meningkatkan derajat kesejahteraan petani lokal.
Egal (52), seorang petani semangka asal Jember, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan teknis yang diberikan secara berkelanjutan. Baginya, program Pestani bukan sekadar kompetisi, melainkan solusi nyata untuk menghadapi ketidakpastian cuaca di awal tahun 2026.
“Bukan hanya produktivitas meningkat, tapi pendapatan kami juga bertambah. Permintaan di Bulan Ramadan tinggi, dan Pestani benar-benar jadi solusi,” pungkas Egal. [dny/beq]






