Gresik (beritajatim.com) – Guna meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Timur, perusahaan BUMN Petrokimia Gresik dan TNI AD memanfaatkan lahan tidur. Kedua institusi bekerja sama mengubah lahan tidur menjadi produktif lewat penanaman padi di Desa Bangunrejo, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.
Dipilihnya Ngawi karena luas lahan pertanian di daerah tersebut tercatat terus berkurang dari waktu ke waktu. Penyebabnya, banyaknya alih fungsi lahan yang digunakan untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, lahan pertanian produktifnya susut 153 hektar pada tahun 2021, dari sebelumnya 50.868 hektar menjadi 50.715 hektar.
Padahal masih menurut BPS, daerah Ngawi merupakan penghasil padi terbesar diantara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dimana total produksi tahun 2021 mencapai 818,62 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
Melalui kolaborasi ini, Petrokimia Gresik berkontribusi memberikan bantuan pupuk dengan total 2,3 ton untuk lahan seluas 4 hektare. Rinciannya pupuk Urea sebanyak 300 kg, Petro ZA Plus 800 kg dan NPK Phonska Plus 1.200 kilogram. Selain itu, Petrokimia Gresik juga menyediakan layanan mobil uji tanah gratis yang bisa dimanfaatkan petani setempat untuk mengecek kandungan hara di lahan tersebut.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Deni Rejeki mengapresiasi dukungan Petrokimia Gresik terhadap program ini. Ia berharap melalui bantuan pupuk berkualitas produktivitas padi menjadi tinggi.
“Kerja sama ini akan menjadi solusi pemerintah dalam mengatasi problem krisis pangan baik yang dihadapi nasional maupun global. Selain itu, juga menjadi solusi kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Program ini tidak hanya untuk tanaman padi, tapi juga jagung dan kedelai,” pungkasnya. [dny/beq]






