Malang (beritajatim.com) – Program kolaborasi dengan koperasi peternak sapi perah di bawah Dairy Development Program (DDP) menjadi cara PT Frisian Flag Indonesia (FFI) mendukung peningkatan kualitas dan produksi susu segar nasional. Salah satu Koperasi itu adalah Koperasi SAE Pujon. Mereka bekerjasama mendirikan Milk Collection Center (MCC) di Pujon, Malang.
Kolaborasi dan inisiatif program pemberdayaan peternak menjadi cara memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia sekaligus mendukung kesejahteraan peternak sapi perah lokal Indonesia.
Dalam kerja sama ini ada dukungan perbaikan fasilitas tanpa bunga sebesar Rp15 milliar oleh FFI, serta bantuan 2 cooling tank yang masing -masing dapat menampung 5 ton susu segar. Peresmian MCC dilakukan pada Rabu, (11/12/2024).
Corporate Affairs Director PT FFI, Andrew F Saputro mengatakan Koperasi Produk Susu (KPS) adalah mitra strategis mereka untuk memberdayakan para peternak dalam menghasilkan susu segar berkualitas tinggi. Menurutnya koperasi memegang peran penting dalam mendistribusikan susu segar dari peternak ke industri pengolahan.
“Melalui DDP yang telah dilaksanakan sejak 2013, FFI terus membangun ekosistem yang memberdayakan peternak sapi perah Indonesia agar dapat menghasilkan susu segar berkualitas yang berdampak positif pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Andrew, Kamis, (12/12/2024).
Milk Collection Center (MCC) di Pujon, Malang, diharapkan meningkatkan efisiensi pengumpulan susu segar, menjaga kualitas produk, serta memfasilitasi peternak dalam memenuhi standar industri. Apalagi, fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi modern untuk memastikan susu yang diterima tetap segar dan berkualitas tinggi untuk diproses lebih lanjut, salah satunya adalah dua unit cooling tank yang berkapasitas masing-masing 5 ton.
Program lainnya yang dilakukan oleh FFI dengan Koperasi SAE Pujon adalah memberangkatkan salah satu peternak muda yang juga anggota Koperasi SAE Pujon untuk mendapatkan training intensif ke Belanda serta proyek fasilitas biogas yang didukung juga oleh PT Jawa Power untuk pengelolaan kotoran sapi menjadi sumber daya energi terbarukan di beberapa mitra peternak.
Fasilitas MCC akan menjadi katalis utama dalam meningkatkan kesejahteraan peternak secara keseluruhan. Produksi susu lokal yang lebih kuat akan membantu memenuhi kebutuhan nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, dan meningkatkan status gizi masyarakat, melalui ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan produktif.
Ketua Umum Koperasi Susu SAE Pujon HM Ni’am Shofi mengatakan, Milk Collection Center akan menjadi pintu utama penanganan kualitas susu segar sebelum dikirimkan ke industri. Dengan dukungan teknologi dan akses pasar yang lebih baik, peternak koperasi SAE akan memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan skala usaha mereka.
“Berbagai program yang telah kami laksanakan bersama FFI, mulai dengan pembekalan untuk peternak muda hingga proyek biogas, adalah upaya kami bersama untuk menjawab tantangan – tantangan yang ada di bisnis peternakan sapi perah. Kami sangat berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dan menghasilkan manfaat tidak hanya untuk para peternak tetapi juga kontribusi kami untuk menyediakan sumber gizi bagi generasi bangsa,” ujar Ni’am.
Selain MCC ada juga proyek kerja sama yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan yang dijalankan oleh FFI dengan Koperasi Susu SAE Pujon. Proyek itu adalah biogas untuk menghasilkan sumber daya energi terbarukan.
Diprakarsai pada tahun 2024, proyek ini berkolaborasi dengan PT Jawa Power yang memanfaatkan limbah kotoran sapi untuk diubah menjadi sumber energi. Manfaatnya, pembangkit listrik tenaga biogas dapat membantu mengurangi emisi metana dan CO2 ke atmosfer. Keseluruhan instalasi biogas telah mengurangi jejak karbon sebesar 75.000 kg CO2 ekuivalen per tahun.
Selain bermanfaat bagi lingkungan, pembangkit ini juga telah membantu para petani mengurangi biaya pembelian gas untuk memasak. Kotoran sapi yang telah dikeringkan juga dapat digunakan sebagai pupuk.
Bupati Malang, Sanusi mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan FFI dengan pemerintah, koperasi, dan industri yang dinilai berkontribusi besar terhadap kesejahteraan petani dan industri susu perah yang berkelanjutan.
“Kolaborasi sinergis antara pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk pemberdayaan peternak sapi perah lokal untuk terciptanya produksi susu segar yang lebih berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan,” jelas Sanusi.
Di sisi lain, kolaborasi ini juga memberikan literasi mengenai kebaikan susu untuk semua lapisan masyarakat.
“Saya mengapresiasi kolaborasi antara FFI dan Koperasi SAE Pujon dalam pendirian fasilitas MCC ini, yang akan mendukung peternak untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi susu segar mereka dan pada akhirnya ikut membantu mendukung program peningkatan status gizi nasional,” ujar Sanusi. (luc/ian)






