Jember (beritajatim.com) – Petani tebu berharap Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa menggandeng investor untuk membangun pabrik gula baru. Selama ini hanya ada Pabrik Gula Semboro di Kabupaten Jember.
Padahal, menurut Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Pabrik Gula Glenmore Siswono, potensi tebu di Jember sangat besar. Dia mencontohkan mayoritas pasokan tebu untuk PG Glenmore di Kabupaten Banyuwangi justru berasal dari petani Jember.
“Petani Jember banyak mengirim tebu ke Malang. Di sana itu ada pabrik swasta. Kadang-kadang ke Kediri. Yang pasti ke Bondowoso. Ini artinya kapasitas pabrik gula di Semboro ini tidak mencukupi,” kaya Siswono, dalam acara konsolidasi petani di Rumah Makan Mangli Indah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (25/4/2026).
Dari sini, Siswono memandang perlu dibangun pabrik gula baru di Jember untuk menampung tebu petani lokal. “Ketika ada pabrik gula baru di Jember, maka tidak menutup kemungkinan tebu dari wilayah Lumajang dan Bondowoso masuk ke sini,” katanya.
Siswono menegaskan bahwa pabrik gula baru di Jember tidak untuk menyaingi PG Glenmore. “Saya pastikan target PG Glenmore setiap tahun insyaallah terpenuhi selama saya masih Ketua APTR,” katanya.
Siswono menilai lahan di Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan cukup luas untuk pembangunan pabrik gula baru. “Kalau (Pemkab) Jember mencari investor untuk mendirikan pabrik gula, income kepada pemerintah daerah akan luar biasa,” katanya. Kehadiran pabrik gula baru juga akan menggairahkan dan menyejahterakan petani tebu.
Pembangunan pabrik gula baru tentu saja mahal. Ade Prasetyo, pengurus APTR Glenmore, mengatakan, setidaknya butuh biaya Rp 1 triliun untuk membangun pabrik dengan kapasitas giling empat ribu ton tebu per hari. “Kalau di bawah kapasitas itu, berat untuk BEP (Break Event Point),” katanya.
Ade menilai pabrik gula baru sebaiknya dibangun di kawasan utara Jember, mendekati Kabupaten Bondowoso. “Jadi pasokan tebu tidak hanya dari Jember, dan tidak mengganggu pabrik gula yang sudah eksis selama ini,” katanya.
Pabrik gula baru ini sebaiknya terintegrasi dengan sumber energi listrik tidak berasal dari Perusahaan Listrik Negara, melainkan dari modifikasi ampas tebu. Pabrik Gula Glenmore saat ini memproduksi listrik 3,5 megawatt secara mandiri. [wir/suf]






