Gresik (beritajatim.com) – Petani tambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Syaifullah Mahdi kembali menjadi jawara kontes bandeng kawak 2026 yang digelar di kawasan Bandar Grisse. Bandeng dengan bobot 14,6 kilogram dengan panjang 119 centimeter dilelang sebesar Rp 50 juta lalu dimenangkan Petrokimia Gresik.
Bandeng berusia 18 tahun itu, menyingkirkan dua kontestan lainnya milik petani tambak Asikin warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpanhkah dengan berat 14 kilogram dan panjang 100 centimeter menyabet juara dua, dan bandeng milik Abidin warga Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan berat 8 kilogram panjang 90 centimeter menjadi juara tiga.
Kontes bandeng kawak dikenal sebagai ajang bergengsi bagi para petani tambak untuk memamerkan hasil budidaya bandeng berukuran besar yang dipelihara selama bertahun-tahun. Pada tahun 2026 ini, bandeng milik petani dari Desa Pangkah Wetan kembali menjadi yang terbaik setelah mengalahkan puluhan peserta dari berbagai wilayah petani tambak lainnya di Gresik.
Bandeng kawak yang diikutsertakan memiliki ukuran yang luar biasa besar dengan bobot yang jauh melampaui bandeng pada umumnya. Keunikan ukuran dan kualitas ikan tersebut membuat para juri memberikan nilai tertinggi sekaligus menobatkannya sebagai juara utama.
Kemenangan ini sekaligus mempertahankan reputasi Desa Pangkah Wetan sebagai salah satu sentra tambak bandeng terbaik di wilayah pesisir Gresik. Para petani di desa ini dikenal memiliki teknik budidaya tradisional yang diwariskan turun-temurun sehingga mampu menghasilkan bandeng berukuran jumbo dan berkualitas tinggi.
Petani tambak Syaifullah Mahdi mengaku proses perawatan bandeng kawak membutuhkan kesabaran dan ketelatenan karena ikan tersebut harus dipelihara lebih lama dibanding bandeng biasa.
“Perawatannya memang tidak mudah. Kami harus menjaga kualitas air tambak dan pakan secara konsisten agar bandeng bisa tumbuh besar dan sehat,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Kontes bandeng kawak ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang selalu menarik perhatian masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempromosikan potensi perikanan tambak serta meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan kembali meraih gelar juara pada tahun 2026, petani tambak Desa Pangkah Wetan semakin mengukuhkan diri sebagai penghasil bandeng kawak terbaik. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi para petani tambak lainnya untuk terus meningkatkan kualitas budidaya dan menjaga tradisi perikanan yang telah menjadi kebanggaan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman mengatakan, ada tiga peserta dalam ajang ini. Masing-masing juara mendapat hadiah.
“Juara pertama mendapat Rp 30 juta, juara kedua Rp 25 juta dan ketiga Rp 20 juta. Uang hasil lelang ini akan masuk ke kas daerah,” pungkasnya. [dny/ian]






