Ponorogo (beritajatim.com) – Petani rumput di Ponorogo merasakan berkah jelang Iduladha 1445 H/2024 M. Mereka kebanjiran pesanan rumput untuk pakan hewan kurban baik sapi maupun kambing.
Seperti dialami salah satu petani rumput yang mendapatkan keberkahan jelang Hari Raya Kurban Badarudin. Warga Desa Ringin Putih, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo ini mengaku sudah sepekan lebih, permintaan rumput jenis odot atau rumput gajah meningkat drastis.
Biasanya, dia hanya mampu menjual 7 ikat rumput dalam sehari. Jelang Iduladha seperti saat ini, dia bisa menjual antara 14 hingga 15 ikat per hari.
“Alhamdulillah, jelang Iduladha pesanan rumput odot atau rumput gajah meningkat drastis,” kata Badarudin, Sabtu, 15 Juni 2024.
Bahkan, belum lama ini juga ada pesanan rutin dua kali sepekan untuk satu mobil pikap juga menjadi tambahan yang signifikan untuknya. Badarudin menjelaskan, 1 ikat rumputnya dihargai Rp20 ribu saja. Dengan lonjakan pesanan seperti ini, Ia mampu meraih omzet harian hingga Rp400 ribu.
“Jelang Iduladha ini, omzet harian bisa sampai Rp400 ribu,” katanya.
Banyaknya pesanan jelang Idul Adha ini, membuat dirinya kualahan melayani pembeli rumput odotnya. Meskipun sudah memiliki 5 lokasi lahan khusus untuk menanam rumput, Badarudin mengaku kesulitan memenuhi pesanan.
Itu karena jumlah kambing dan sapi dari peternak terus bertambah. Sehingga, tiap tahun pesanan rumput jelang Iduladha juga mengalami peningkatan.
“Kambing atau sapi dari peternak terus bertambah, jadi pesanan juga bertambah banyak,” katanya.
Badarudinmenambahkan bahwa lonjakan pesanan rumput ini, tidak hanya datang dari warga Ponorogo sendiri, tetapi juga dari daerah sekitarnya seperti Magetan, Ngawi, Madiun, hingga Nganjuk. Hal ini membuktikan bahwa permintaan pakan hewan kurban benar-benar meningkat signifikan menjelang Idul Adha.
“Pemesan bukan hanya warga Ponorogo, tapi juga ada pesanan dari daerah sekitar. Seperti dari Magetan, Ngawai, Madiun bahkan sampai dari Nganjuk,” pungkasnya. [end/beq]






