Jombang (beritajatim.com) — Kopi masih menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Data 2023 mencatat, sekitar 79% penduduk Indonesia tercatat rutin mengonsumsi kopi, bahkan sebagian besar menikmatinya setiap hari.
Tren ini tentu menjadi peluang besar bagi para petani kopi, termasuk di Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Sayangnya, peluang tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonosalam Jaya.
Selama ini, kopi hasil panen masih dipasarkan secara langsung di lingkup desa melalui toko-toko setempat atau dikirim langsung ke pelanggan, sehingga nilai jualnya belum optimal.
Kondisi tersebut mendorong dosen Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya bersama Universitas Maarif Hasyim Latif berkolaborasi memberikan pendampingan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Mochamad Nurhadi, S.Kom., M.M., selaku ketua pelaksana program mengatakan, KTH Wonosalam Jaya memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan.
“Para petani kopi di sini belum pernah mendapatkan pelatihan dan pembinaan, khususnya di bidang pemasaran. Jadi, kami tergerak untuk mendampingi agar pemasaran kopi mereka lebih luas,” terang Nurhadi, Minggu (20/7/2025).
Nurhadi menjelaskan, sekitar 40% peserta pelatihan yang rata-rata berusia di bawah 40 tahun sudah memiliki akun media sosial, tetapi belum digunakan untuk menjual produk kopi. Sedangkan sisanya, 60% belum memiliki akun sama sekali.
“Kami bersama mahasiswa UHW Perbanas membantu mereka membuat akun media sosial. Pelatihan ini menekankan pentingnya peran media sosial untuk memasarkan produk secara online. Peserta juga praktik langsung membuat konten dan mengunggahnya,” imbuh Nurhadi.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai wujud implementasi nyata kampus berdampak bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah membantu KTH Wonosalam Jaya agar produk kopi lokal bisa menembus pasar nasional.
Ketua KTH Wonosalam Jaya, Mardiana Sukaryawati Ningrum, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
“Saya dan teman-teman di sini berterima kasih telah dibantu membuka wawasan dan diberikan ilmu bagaimana caranya memasarkan produk kami agar bisa menjangkau ke seluruh Indonesia,” ujar Ning Diana, sapaan akrabnya.
Sebagai tindak lanjut, tim dosen yang terdiri dari Mochamad Nurhadi, S.Kom., M.M. (Ketua), Prof. Dr. Dra. Tatik Suryani, Psi., M.M., dan Lilla Puji Lestari, S.Pd., M.Si. (Anggota) akan menyalurkan bantuan peralatan pengolah kopi pada bulan depan. Peralatan tersebut berupa mesin roaster semi otomatis dan alat penepung biji kopi guna meningkatkan kualitas produk olahan petani Wonosalam. (ted)






