Sampang (beritajatim.com) – Petani garam di Kabupaten Sampang, Madura mulai melakukan pembenahan lahan garam untuk persiapan produksi tahun 2024. Seperti memperbaiki saluran irigasi, tanggul, dan alat pendukung lainya.
“Kita mulai melakukan persiapan produksi garam, karena intensitas hujan sudah mulai turun dan cuaca cukup panas,” kata Sukron, pemilik lahan garam di Desa Disanah, Kecamatan Sereseh, Kabupaten Sampang, Sabtu (11/5/2024).
Ia menambahkan, sebagian petani sudah mulai proses pemanasan air ke dalam lahan garam. Jika cuaca normal, produksi bisa dimulai bulan depan. “Meskipun produksi garam lebih awal, harapan para petani tidak mempengaruhi harga garam rakyat, sebab biasanya jika garam melimpah harga menjadi anjlok,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan oleh Taufik petani garam lainya yang juga melakukan perbaikan lahan menjelang produksi garam. “Kalau kita bisa produski lebih awal, maka keuntungan hasil produski akan melimpah, dan semoga harganya pun juga stabil,” harapnya.
Informasih yang berhasil dirangkum beritajatim.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan, untuk wilayah Sampang dan sekitarnya musim kemarau terjadi sejak dasarian 1 Mei. Awal musim kemarau tersebut relatif mundur dari tahun lalu yang biasanya mulai pada bulan April.[sar/kun]






