Lumajang (beritajatim.com) – Petani cabai dan semangka di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ikut kecipratan bantuan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. Bantuan yang diberikan nilainya mencapai Rp301 juta. Rinciannya, untuk petani cabai merah besar sebesar Rp114 juta, petani cabai rawit Rp115 juta, dan semangka sekitar Rp72 juta.
Jenis bantuan yang disalurkan meliputi berbagai sarana produksi pertanian seperti benih maupun berbagai jenis pupuk untuk menunjang produktivitas pertanian. Kabid Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan bantuan untuk jenis tanaman hortikultura ini menjadi salah satu solusi bagi petani tembakau jika terjadi kegagalan panen.
Sehingga, petani tembakau tetap bisa memperoleh keuntungan dari komoditas lain yang ikut ditanam. Selain itu, bantuan ini juga ditujukan untuk memperluas area tanam cabai rawit, cabai merah besar, hingga semangka di Lumajang. Tujuannya, agar rantai pasok sejumlah komoditas di pasar ikut terjaga dan harganya bisa terkendali.
“Jadi, bantuan ini selain memberi alternatif usaha tani, juga mendorong perluasan tanam cabai rawit, cabai merah besar, serta semangka. Tentu ini aspek keamanan pangan seperti PSAT (pangan segar asal tumbuhan, Red) juga diperhatikan,” terang Hendra, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, penerima manfaat bantuan ini berasal dari petani di tiga kecamatan yang jumlah totalnya mencapai 60 orang. Diakui, ketiga kelompok ini di antaranya adalah, poktan Awangono di Desa Jatigono Kecamatan Kunir untuk jenis tanaman cabai rawit.
Adapun bantuan yang diterima poktan Awangono meliputi pupuk organik 90 zak, pupuk NPK 30 zak, kapur pertanian 60 zak, insektisida 90 botol, fungisida 60 sachet, agen hayati 60 sachet, dekomposer 60 botol, benih cabai rawit 60 sachet, dan pupuk ZA 60 zak.
Kemudian, poktan Klumprit Jaya di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko untuk komoditas cabai merah besar. Untuk jenis bantuan yang diberikan mencakup pupuk organik 80 zak, pupuk NPK 20 zak, kapur pertanian 40 zak, insektisida 60 botol, fungisida 60 sachet, mulsa 40 roll, agen hayati 60 sachet, dekomposer 60 botol, benih cabai besar 40 sachet, serta pupuk ZA 20 zak.
Selanjutnya, poktan Rukun Makmur di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun untuk budidaya tanaman semangka. Jenis bantuan yang didapat di antaranya 84 pack bibit semangka, pupuk NPK 31 zak, dan pupuk KCL 21 zak.
“Ini untuk setiap komoditas diikuti 20 orang petani di setiap poktan. Semoga bantuan ini bisa meningkatkan kualitas produksi, menjaga pasokan, sekaligus menambah keuntungan bagi petani dengan modal yang relatif ringan,” ungkap Hendra. [has/beq]






