Sidoarjo (beritajatim.com) – Pelatih Deltras FC Widodo Cahyono Putro berpesan kepada para suporter agar lebih bijak dalam menyikapi situasi dan kondisi tim, khususnya saat pertandingan masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa dukungan positif sangat dibutuhkan pemain dan ofisial yang telah berjuang maksimal di lapangan.
Mantan pelatih Persijab Jepara itu menilai suporter memiliki peran penting dalam menambah energi pemain selama pertandingan. Namun, ia berharap dukungan tersebut diberikan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.
“Inilah sepak bola. Pesan saya, jadilah suporter yang bijak. Kami, pemain dan ofisial, berjuang dari awal sampai akhir. Bila sudah 90 menit kami mendapat hasil buruk, silakan hujat kami. Tetapi selama pertandingan masih berjalan, saya minta kami tetap mendapat support,” tegas Widodo, Senin (12/1/2026) di Sidoarjo.
Widodo mengakui pembenahan perilaku suporter Deltras FC sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Meski demikian, ia menyebut masih ada momen-momen tertentu yang sulit dihindari, terutama ketika emosi memuncak di tengah pertandingan. Menurutnya, ada kalanya suporter tidak perlu mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas didengar.
“Saat pertandingan berjalan, tolong jangan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak di telinga. Pertandingan masih berjalan dan belum berakhir. Masih ada kesempatan,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan suporter. Menurut Widodo, tanpa kehadiran dan dukungan suporter, semangat serta energi pemain di lapangan tidak akan terasa sempurna.
“Kami sangat membutuhkan dukungan saat pertandingan. Pemain dan ofisial sudah bekerja keras di lapangan, maka suporter juga seharusnya mendukung dengan cara yang positif,” jelasnya.
Widodo menambahkan, dalam setiap pertandingan, baik kandang maupun tandang, tim selalu menargetkan hasil maksimal. Namun ia menyadari bahwa dalam sepak bola, hasil tidak selalu sesuai harapan.
“Siapa sih yang mau kalah. Kalau kami mendapat hasil kalah, kami juga tidak bisa tidur nyenyak selama seminggu,” pungkasnya. (way/but)






