Magetan (beritajatim.com) – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto berpesan.pada seluruh perguruan silat agar selalu.menegakkan perdamaian dimanapun khususnya wilayah Magetan.
Hal itu disampaikan Toni saat hadir di Pendopo Surya Graha Magetan dalam.gelaran Jumat Curhat, Jumat (10/3/2023).
Pesan itu juga merupakan tanggapan kepada ketua salah satu perguruan silat Nanang Budi Setyaji. Kepada Kapolda, Nanang meminta agar diizinkan memakai slogan Sing Akur Kabeh Sedulur sebagai slogan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Slogan itu sebelumnya dipakai di Kapolda Cup Pencak Silat, dan meminta hari Sabtu Minggu diijinkan untuk bisa mobilisasi pengesahan dengan pengawalan polisi.
Kapolda menjawab silahkan saja, yang penting slogan tersebut bisa menjaga keamanan kerukunan dan kebaikan, silahkan koordinasi dengan Kapolres dan ikrar damai lebih ditekankan lagi.
“Untuk mobilitas kita tidak ijinkan dulu. Kami khawatir keributan pencak silat saat ulang tahun sering mengakibatkan hilang nyawa cacat hingga luka luka. Jangan ada aktifitas dulu ya, kasihan anak anak kita jadi korban tidak hanya luka luka dan cacat bahkan sampai kehilangan nyawa,” tegasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”magetan”]
Menurut Toni, kemampuan bela diri menjadi sumber penyombongan diri dan apabila ketemu perguruan lain seakan musuh. Diserang dianiaya yang mengakibatkan luka luka, cacat hingga kehilangan nyawa.
Toni menerangkan, Jumat Curhat merupakan bentuk kegiatan sosial yang dilakukan jajaran kepolisian dengan melibatkan jajaran Forkopimda yang ada di wilayah Jawa Timur. “Ini media komunikasi yang langsung bisa kami dengar secara utuh,” katanya.
Terakhir, Kapolda meminta kritik dan koreksi dari seluruh elemen masyarakat agar kepolisian Jawa Timur dapat menjadi lebih baik. (fiq/ted)






