Sumenep (beritajatim.com) – Harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Sumenep memasuki pertengahan Ramadhan, mulai merangkak naik. Salah satunya cabai.
Harga cabai rawit setelah sempat melandai pekan lalu, pekan ini kembali naik. Saat ini harga per kilonya mencapai Rp85 ribu. Untuk cabai merah besar, harga berkisar Rp40 ribu per kg.
“Cabai memang salah satu komoditas yang harganya sangat fluktuatif. Bergantung pada stok dan permintaan. Menjelang lebaran, biasanya memang ada peningkatan permintaan konsumen. Karena itulah terjadi kenaikan harga,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil, Selasa (18/3/2025).
Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga adalah bawang merah dan bawang putih. Untuk bawang merah, kenaikan harganya cukup tinggi. Saat ini harga bawang merah mencapai Rp50 ribu per kg. Pekan lalu Rp44 ribu per kg. Sedangkan harga bawang putih naik dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kg.
Sementara untuk harga telur ayam ras tetap Rp28 ribu per kg. Harga telur ayam kampung juga tidak mengalami perubahan, tetap Rp48 ribu per kg.
“Kalau untuk komoditas daging harganya stabil. Untuk harga daging sapi tetap Rp125 ribu per kg. Sedangkan untuk daging ayam broiler atau ayam potong, tetap Rp40 ribu per kg, dan daging ayam kampung Rp90 ribu per kg,” terangnya.
Sementara untuk harga minyak goreng pekan ini juga tidak mengalami perubahan. Harga minyak goreng curah Rp19 ribu per kg. Sedangkan Minyakita Rp17.500 per botol, dan minyak goreng premium kemasan 2 liter Rp39 ribu.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/beq]






