Ringkasan Berita
- Pertamina Lubricants menggelar Teacherpreneur Workshop 2026 di Surabaya yang diikuti 54 guru SMK binaan dari seluruh Indonesia.
- Program membekali guru dengan keterampilan kewirausahaan, pemanfaatan media digital, dan penguatan teaching factory.
- Workshop merupakan bagian dari pengembangan Program Enduro Home Service (EHS) berbasis Corporate Shared Value (CSV).
- Pertamina Lubricants berharap guru mampu melahirkan lulusan SMK yang siap kerja sekaligus memiliki jiwa wirausaha di bidang otomotif.
Kediri (beritajatim.com) – PT Pertamina Lubricants memperkuat pengembangan pendidikan vokasi nasional melalui penyelenggaraan Teacherpreneur Workshop 2026 yang digelar di Surabaya pada 3–4 Agustus 2026. Sebanyak 54 guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan di berbagai daerah di Indonesia mengikuti pelatihan yang berfokus pada penguatan kewirausahaan, pemanfaatan media digital, serta standardisasi teaching factory.
Mengusung tema “Empowering Educators, Energizing Futures”, program ini dirancang untuk membekali para pendidik agar mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong lahirnya lulusan SMK yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki keberanian menjadi wirausahawan di bidang otomotif.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperluas wawasan terhadap perkembangan industri otomotif. Pertamina Lubricants juga menghadirkan forum berbagi pengalaman dari guru pendamping Program Enduro Home Service (EHS) yang telah merasakan manfaat implementasi program di sekolah masing-masing.
Guru Teknik Otomotif SMKN 2 Cilacap, Roy Herdiyanto, mengatakan Program Enduro Home Service memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan praktik sekaligus membangun karakter profesional.
“Melalui Program Enduro Home Service dan kehadiran Pertamina Lubricants di sekolah-sekolah, para siswa mendapatkan ruang untuk mengasah keterampilan praktik, meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan pelanggan, serta mengembangkan kreativitas dan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya melalui rilis yang diterima beritajatim.com.
Hal senada disampaikan Iyan Hariyanto dari SMKN 1 Talaga. Menurutnya, Program Enduro Home Service memberikan dampak positif terhadap kesiapan lulusan memasuki dunia usaha.
“Kami melihat Program EHS memberikan efek berantai yang positif. Tidak sedikit lulusan SMK yang kemudian berani membuka bengkel secara mandiri. Fondasi tersebut sudah dibangun sejak mereka masih bersekolah melalui praktik langsung, peningkatan keterampilan, dan pengalaman melayani pelanggan,” katanya.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, menegaskan Teacherpreneur Workshop merupakan salah satu bentuk penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan perusahaan harus memberikan dampak positif yang dirasakan secara luas. Karena itu, program pemberdayaan dan pelibatan masyarakat di bidang ekonomi melalui Enduro Home Service dirancang sebagai strategi Corporate Shared Value yang menghasilkan nilai ekonomi dan sosial secara bersamaan, menciptakan kemandirian masyarakat sekaligus mendukung ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ungkap Rika.
Sejak dijalankan, Program Enduro Home Service menjadi jembatan kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi melalui pengembangan teaching factory berbasis layanan servis kendaraan dan penjualan pelumas di lingkungan sekolah.
Program tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi teknis siswa, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan, kemampuan melayani pelanggan, serta pengalaman menjalankan bisnis secara langsung.
Teacherpreneur Workshop sendiri merupakan bagian dari pengembangan Program Enduro Home Service (EHS), salah satu program Corporate Shared Value (CSV) Pertamina Lubricants yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pendidikan vokasi, dan penguatan ekosistem bisnis.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Lubricants berharap para guru dapat menjadi agen perubahan yang mampu mencetak lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat berwirausaha, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. [nm/kun]






