Ringkasan Berita:
- Open house Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan yang dikembangkan selama belajar.
- Siswa menampilkan pidato lima bahasa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tembang macapat, paduan suara, pencak silat, dan seni reog.
- Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui pameran dan kegiatan kewirausahaan.
- Kegiatan produktif yang dikembangkan sekolah meliputi peternakan ayam petelur, hidroponik, perikanan, dan usaha kopi.
Ponorogo (beritajatim.com) – Open house Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan yang mereka kembangkan selama mengikuti pembelajaran. Beragam penampilan, mulai dari pidato lima bahasa hingga kesenian reog, mewarnai kegiatan yang dipersembahkan sebagai kado untuk Presiden Prabowo Subianto, penggagas program Sekolah Rakyat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat, tetapi juga memperlihatkan perkembangan siswa dalam bidang akademik maupun nonakademik. Melalui berbagai penampilan, siswa mendapat kesempatan untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus mengasah kepercayaan diri di hadapan orang lain.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, mengatakan open house sengaja diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi siswa menampilkan kemampuan yang telah mereka kembangkan selama belajar di sekolah.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi anak-anak untuk menggali potensi diri. Karena itu, penampilan dalam open house menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap perkembangan kemampuan siswa.
“Untuk open house kali ini, memang satu tujuan utamanya adalah sebagai kado terindah dari Sekolah Rakyat untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat berusaja memberikan panggung untuk anak-anak agar bisa menampilkan kemampuan mereka yang sudah didapatkan 2 tahun belajar di Sekolah Rakyat,” ujar Devit.
Sejumlah penampilan disuguhkan dalam kegiatan tersebut. Para siswa menunjukkan kemampuan berpidato dalam lima bahasa, melantunkan tembang macapat, tampil dalam paduan suara, memperagakan pencak silat, serta membaca ayat suci Al-Qur’an.
Salah satu penampilan yang menjadi unggulan adalah grup reog Garuda Joyomangala yang dibentuk di lingkungan Sekolah Rakyat. Kehadiran kelompok seni tersebut turut memperlihatkan ruang pengembangan kreativitas siswa melalui kesenian daerah.
Devit mengatakan, perkembangan siswa selama dua tahun terakhir terlihat dari beragam kemampuan yang mereka tampilkan. Proses pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal untuk masa depan.
Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba berbagai kegiatan sesuai minat dan potensi masing-masing. Dengan cara tersebut, kemampuan anak-anak dapat dikembangkan sekaligus ditunjukkan melalui kegiatan nyata.
Pengembangan kreativitas siswa juga dilakukan dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan di luar sekolah. Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo kerap mengikuti pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, salah satunya Ponorogo Expo.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya dan keterampilan mereka kepada masyarakat. Devit menyebut seluruh siswa turut hadir dalam pameran tersebut dan menunjukkan antusiasme yang tinggi.
“Event-event yang ada di Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang terkait dengan pameran, itu kami selalu ikut hadir, ikut serta di dalamnya agar supaya anak-anak itu bisa lebih berkembang kemampuannya. Sehingga apa yang dimiliki anak-anak itu bisa tereksplor,” jelasnya.
Selain mengikuti pameran, sekolah juga mengembangkan kegiatan nonakademik di bidang olahraga dan kewirausahaan. Sejumlah kegiatan produktif telah dijalankan, mulai dari peternakan ayam petelur, budidaya tanaman hidroponik, hingga perikanan.
Terbaru, sekolah turut mengembangkan usaha kopi sebagai wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan keterampilan di bidang kewirausahaan. Berbagai aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman di luar pembelajaran akademik.
Melalui open house ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo menunjukkan bahwa kreativitas siswa dapat berkembang melalui kesempatan untuk mencoba, berlatih, dan tampil. Ragam pertunjukan serta kegiatan kewirausahaan menjadi gambaran proses pendidikan yang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan potensi mereka. [end/beq]






