Malang (beritajatim.com) – Pelaku UMKM di Malang bakal dibina oleh PT Pertamina (Persero) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sosialisasi dan pembinaan pinjaman program Pendanaan Usaha Mikro (PUMK) telah dilakukan agar mereka mendapat akses permodalan.
Fasilitator Rumah BUMN Pertamina, Henik Triana Wati mengatakan, mereka berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi UMKM Indonesia. Untuk itu mereka menggelar program ‘Sosialisasi & Pembinaan PUMK: Akselerasi Bisnis UMKM’ di Malang.
“Kami terus memberi pembelajaran pada pelaku usaha agar lebih memahami manfaat pembiayaan yang tersedia serta memiliki pengetahuan untuk mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan,” ujar Henik.
Pimpinan Cabang Kanca BRI Kepanjen, Malang, Israhadi Aprihanto, menyebut BRI mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen mereka dalam memperkuat perekonomian nasional melalui UMKM. “Dengan pendampingan dan pembiayaan yang tepat, kami yakin UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia,” ujar Israhadi, Sabtu, (21/12/2024).
Dalam pembinaan UMK ini, peserta diberikan cara dalam mengelola strategi akselerasi bisnis UMKM dan pentingnya legalitas usaha melalui pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan pembuatan NIB sebagai langkah awal untuk meningkatkan kredibilitas usaha mereka. Selain itu, dalam sesi Mini Networking & Business Matching menjadi momen penting bagi peserta untuk menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha lain dari berbagai sektor. Peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, mencari peluang kerja sama, dan memperluas jaringan bisnis mereka.
Program ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, di antaranya adalah pemahaman mendalam tentang pembiayaan dan pendampingan yang tersedia melalui program PUMK, akses langsung ke narasumber dan mentor yang berpengalaman, peningkatan literasi bisnis terutama dalam aspek legalitas dan pengelolaan usaha, serta kesempatan memperluas jejaring bisnis melalui kegiatan networking.
Salah satu peserta adalah pemilik Bengkel Las di Malang, Dedi Hariyanto dia berharap ada peningkatkan layanan khususnya untuk UMKM, tidak hanya memberi bantuan pinjaman tapi juga pembinaan serta akses ke mentor. “Lebih sering ada kegiatan seperti ini, edukasi menyeluruh agar seluruh UMKM mendapat manfaatnya,” ujar Dedi.
Salah satu pelaku UMKM lainnya adalah Fitri Hariani, dia bergerak di bidang jasa pembuatan neon box dan periklanan. Dia berharap pelaku UMKM lebih sering diberi edukasi dan dibuatkan ajang pertemuan antar pelaku UMKM agar bisa menambah jejaring usahan
“Saya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan lebih sering agar UMKM seperti kami semakin berkembang dan memiliki daya saing yang kuat,” ujar Fitrin
Acara berikutnya menampilkan materi tentang Bright Gas (BG) melalui video interaktif. Video tersebut menjelaskan keunggulan BG yang dapat menguntungkan para UMKM dalam tiga aspek. Pertama, aman karena teknologi baru yang mencegah kebocoran. Kedua nyaman dengan adanya layanan antar Pertamina dan akses mudah di agen terdekat. Ketiga efisien karena dianggap lebih hemat energi dan menjaga regulator tetap awet.
Dengan tagline nya “Aman, Nyaman, dan Efisien” diharapkan dapat menjadi motivasi para pelaku UMKM untuk dapat beralih dari penggunaan LPG subsidi ke LPG non-subsidi. (luc/kun)






