Malang (beritajatim.com) – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) mengawali tahun akademik 2025 dengan langkah inovatif. Melalui program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), FTP UB menggelar sertifikasi kompetensi internasional di bidang Artificial Intelligence (AI) secara gratis untuk ribuan mahasiswa dan dosen yang pertama di Indonesia.
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa pada tahun ini FTP menerima 1.117 mahasiswa baru. Seluruh mahasiswa baru tersebut langsung mengikuti sertifikasi AI, bersama dengan sekitar 600 mahasiswa lama. Dengan demikian, total 1.700 mahasiswa akan mendapatkan sertifikasi kompetensi AI.
“Alhamdulillah jumlah mahasiswa baru FTP mencapai 1.117 orang. Tahun ini kami punya program baru yang sangat relevan dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kementerian, yakni sertifikasi kompetensi. Kami bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan sertifikasi internasional IDEA AI di Greenway Terrace, Cranbourne East, Victoria, Australia. Lembaga ini sangat mumpuni dalam pendidikan dan sertifikasi AI,” jelas Prof. Yusuf, saat jumpa media, Kamis (14/8/2025).
Tak hanya mahasiswa, 100 dosen FTP UB juga ikut dalam program ini. Kerja sama FTP dengan IDEA AI memungkinkan sertifikasi diberikan secara gratis. Padahal, sertifikasi AI internasional umumnya memerlukan biaya di atas Rp3 juta per peserta, seperti pada program Microsoft Azure atau lembaga sertifikasi nasional lainnya.
“Kerja sama ini tidak sekadar MOA atau MOU, tetapi sudah dalam bentuk Implemented Agreement. Ini yang membuat kami bisa mendapatkan kuota gratis untuk 2.000 mahasiswa dan 100 dosen,” tambahnya.
Modul pelatihan yang diberikan oleh IDEA AI mencakup pengenalan AI (Introduction to AI), pengembangan perangkat lunak AI, generative AI untuk membuat modul presentasi, audio-visual, dan teks, juga etika penggunaan AI

Prof. Yusuf menekankan pentingnya pembelajaran etika AI. “Kami ingin mahasiswa paham kapan boleh menggunakan AI, kapan bisa mengembangkannya, dan batasannya. Jangan sampai mahasiswa mengandalkan AI untuk semua hal tanpa berpikir kritis,” ujarnya.
Pelatihan ini berdurasi 5 jam pembelajaran, dilengkapi kuis pada tiap modul. Jika peserta belum lulus, mereka mendapat kesempatan mengulang hingga tiga kali sampai benar-benar menguasai materi.
Akses modul sudah dibagikan melalui email resmi UB sejak minggu lalu. Mahasiswa bisa menyelesaikan pelatihan secara fleksibel, dengan sistem pause and resume.
“Misalnya, mahasiswa mengerjakan satu jam, lalu istirahat, kemudian melanjutkan lagi di waktu lain. Karena modul totalnya hanya lima jam, sangat memungkinkan selesai dalam satu minggu,” kata Prof. Yusuf.
Menurut Prof. Yusuf, sertifikasi AI ini sangat relevan untuk semua program studi di FTP, mulai dari bioproses, bioteknologi, teknik lingkungan, teknik pertanian, agroindustri, hingga teknologi pangan.
Dengan program ini, FTP UB tidak hanya menjadi pelopor sertifikasi AI di Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi riset lintas disiplin berbasis AI yang beretika dan berstandar internasional.
“Ke depan, AI akan merajai semua bidang ilmu. Mahasiswa harus menguasainya untuk riset dan inovasi. Ini sebabnya program ini kami integrasikan sejak awal masuk kampus,” tegasnya Yusuf, menutup. (dan/but)






