Bondowoso (beritajatim.com) – Sebanyak 36 anak di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, mengikuti khitan massal modern dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Selasa (28/7/2026).
Selain mendapatkan layanan khitan gratis menggunakan metode Thermoseal senilai sekitar Rp1,5 juta per orang, peserta dan keluarganya juga menerima berbagai bantuan, mulai dari paket sembako hingga perlengkapan sekolah.
Khitan massal yang digelar di Kantor Kecamatan Wringin itu dibuka Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i. Turut hadir Camat Wringin Misyono, jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kementerian Sosial RI melalui Sentra Mahatmiya Bali, Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, tenaga kesehatan dari Klinik Al Fatih, serta orang tua peserta.
Camat Wringin Misyono mengatakan, setiap peserta memperoleh layanan khitan modern dengan metode Thermoseal yang bernilai sekitar Rp1,5 juta. Seluruh biaya layanan tersebut ditanggung dalam kegiatan sosial tersebut.
Tak hanya itu, setiap orang tua peserta juga menerima paket sembako berupa beras 20 kilogram beserta bahan kebutuhan pokok lainnya. Sementara itu, anak-anak yang mengikuti khitan memperoleh bantuan perlengkapan sekolah, baju, peci, hingga uang jajan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Mahatmiya Bali yang telah memilih Kecamatan Wringin sebagai lokasi kegiatan ini. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi wujud sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat,” ujar Misyono.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak anak yang merasakan manfaat layanan kesehatan sekaligus bantuan sosial.
Dalam kegiatan tersebut digunakan metode Thermoseal yang disebut menawarkan proses khitan lebih nyaman dibandingkan metode konvensional. Metode ini diklaim tanpa suntik, tanpa jahit, dan tanpa perban sehingga anak diharapkan dapat kembali beraktivitas dalam waktu relatif singkat.
Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i mengatakan, khitan massal tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Khitan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kita kepada masyarakat. Selain menjadi bagian dari syariat Islam, khitan juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan dan kebersihan anak-anak,” katanya.
Menurut As’ad, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa setiap anak berhak tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, mendapatkan perlindungan, serta kasih sayang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen menghadirkan program-program yang berpihak kepada anak dan masyarakat melalui semangat Bondowoso Berkah, yakni Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik.
As’ad juga mengapresiasi kolaborasi Kementerian Sosial RI melalui Sentra Mahatmiya Bali, Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Wringin, Klinik Al Fatih, tenaga kesehatan, relawan, dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kepada anak-anak yang mengikuti khitan, jangan takut. Saya berdoa semoga seluruh proses berjalan lancar. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan Kabupaten Bondowoso,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Klinik Al Fatih Bondowoso Gesit Wira mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan khitan yang aman dan nyaman melalui metode Thermoseal.
“Melalui metode Thermoseal, kami ingin menghadirkan layanan yang lebih nyaman, aman, dan modern sehingga anak-anak tidak lagi merasa takut untuk dikhitan,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Sosial RI, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak memperoleh akses layanan khitan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Khitan massal tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Bondowoso. Selain meningkatkan akses layanan kesehatan bagi anak, kegiatan itu juga menjadi bentuk kepedulian bersama dalam memenuhi hak-hak anak serta membantu meringankan beban keluarga kurang mampu. (awi)






