Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) secara resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2024-2025 pada Kamis (14/8/2025). Mengusung tema besar ‘FILKOM Rumah Kita Bersama’, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menyambut total 1.007 mahasiswa baru.
Meninggalkan metode orientasi konvensional, PKKMB FILKOM 2025 dirancang untuk melatih nalar kritis mahasiswa. Salah satu program unggulannya adalah penugasan inovatif di mana seluruh mahasiswa baru ditantang untuk menyumbangkan ide solutif terkait isu global dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua Pelaksana PKKMB, Edita Rosana Widasari, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., mengungkapkan bahwa pendekatan ini sengaja dirancang untuk mendorong interaksi dua arah. Tugasnya berbeda, pada hari terakhir, akan ada 1.007 ide dari mahasiswa baru yang akan mereka paparkan.
“Setiap kelompok akan berdiskusi dalam Forum Group Discussion (FGD). Ini adalah pembaruan kami agar tidak hanya ada materi satu arah, tetapi juga untuk menguatkan bagaimana mahasiswa bisa berpikir sistematis,” ujar Rosa.
Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah menanamkan pola pikir visioner sejak dini. Pihaknya ingin memotivasi mereka di awal ini agar punya ide-ide besar.
“Gagasan kreatif ini nantinya bisa dikompetisikan, sehingga mereka sudah punya ancang-ancang,” tutur Dekan yang juga menegaskan bahwa acara ini menjadi panggung pembuktian komitmen fakultas dalam mencetak inovator global sekaligus memperkuat posisinya sebagai pelopor pendidikan inklusif di lingkungan Universitas Brawijaya.
Sorotan utama dari PKKMB tahun ini adalah komitmen FILKOM terhadap inklusivitas. Fakultas ini dengan bangga menjadi salah satu penerima mahasiswa baru disabilitas dalam jumlah tertinggi di Universitas Brawijaya, dengan total 15 mahasiswa penyandang tuna rungu (tuli) maupun tuna daksa (disabilitas fisik).
Rosa menjelaskan secara rinci sistem dukungan yang telah disiapkan. Pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UB.
“Mereka sudah menyiapkan tim pendamping sesama mahasiswa yang kami sebut ‘Sobat Pendamping’. Mereka adalah sukarelawan yang direkrut secara terbuka oleh PLD, kemudian diberi pelatihan khusus, termasuk bahasa isyarat, untuk mendampingi rekan-rekan mereka,” terangnya.
Para Sobat Pendamping ini bertugas membantu segala kebutuhan, mulai dari mobilitas seperti mendorong kursi roda hingga menjadi jembatan komunikasi di dalam kelas. Inilah wujud nyata dari tema FILKOM Rumah Kita Bersama, di tidak ada seorang pun yang merasa tertinggal.
Menjamin lingkungan yang aman, suportif, juga bebas dari perpeloncoan adalah prioritas utama. Ir. Tri Astoto Kurniawan memperkenalkan filosofi demokrasi terpimpin yang menjadi landasan seluruh kegiatan kemahasiswaan di FILKOM.
“Kami harus menjadikan FILKOM sebagai rumah bagi mahasiswa untuk berkreasi. Istilah saya, demokrasi terpimpin. Mahasiswa diberikan kekuasaan untuk berekspresi, tapi jangan bebas-bebasnya, harus tetap dikendalikan. PKKMB ini adalah hajat fakultas, bukan semata-mata kemahasiswaan, di mana mahasiswa adalah bagian di dalamnya,” tegasnya.

Prinsip ini diterjemahkan ke dalam sistem penugasan yang terukur, terkontrol, juga terkendali, untuk memastikan setiap aktivitas bertujuan membangun sembilan aspek utama mahasiswa: kecerdasan, kreativitas, keterampilan, minat-bakat, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, etika, hingga pengabdian.
PKKMB FILKOM hanyalah gerbang pembuka. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Drs. Muh. Arif Rahman, M.Kom., memaparkan bahwa pengembangan mahasiswa akan berlanjut secara sistematis.
“PKKMB akan dilanjutkan dengan program Krida Mahasiswa yang berjalan setiap pekan selama satu semester. Program perdana adalah pelatihan Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) untuk membekali mental mereka,” jelas Drs. Arif.
Setelah itu, mahasiswa akan diperkenalkan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk melatih kemampuan menulis, pengenalan organisasi kemahasiswaan untuk menyalurkan bakat, hingga program lanjutan seperti Startup Academy bagi mereka yang berminat membangun usaha rintisan.
“Dari pengenalan di departemen juga prodi, mahasiswa akan tahu kira-kira profesi apa yang menjanjikan juga keahlian apa yang harus dikuasai. Semua informasi itu kami siapkan,” tambahnya.
Melalui rangkaian kegiatan komprehensif ini, FILKOM UB berkomitmen mewujudkan filosofi FILKOM: Feel Community. “Itu komitmen untuk mewujudkan lingkungan kolaboratif tempat setiap individu merasa memiliki, bertumbuh bersama, serta siap menjadi bagian dari pembangunan masa depan digital Indonesia yang unggul juga inklusif,” kata Arif Rahman menutup. (dan/aje)






