Sidoarjo (beritajatim.com) – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, menunjukkan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan melalui aksi cepat tanggap bencana di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah peristiwa robohnya bangunan.
Aksi tanggap bencana ini dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu (04/10/2025). Pertagas, melalui Operation East Java Area (OEJA), fokus pada penyediaan bantuan logistik, sementara DLHK Sidoarjo memberikan bantuan penanganan teknis di lokasi.
Bantuan dari Pertagas mencakup 40 set paket Alat Pelindung Diri (APD) berupa rompi untuk relawan DLHK, serta 80 paket logistik berisi makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis esensial untuk mendukung kegiatan tanggap darurat di lapangan.
Head of External Relation Operation East Region Pertamina Gas, Yedo Kurniawan, menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut dan memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan yang bekerja keras.
“Bantuan yang kami berikan merupakan bentuk respons cepat Pertagas terhadap bencana, sekaligus dukungan nyata bagi para relawan DLHK yang menjadi garda terdepan dalam penanganan,” ujar Yedo.
DLHK Sidoarjo sendiri mengerahkan berbagai upaya teknis, di antaranya penyemprotan eco lindi, penyediaan truk untuk mengangkut material runtuhan, pengiriman relawan, serta pendirian posko tanggap bencana di area pesantren.
Yedo menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Pertagas untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan kebencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pertagas menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam mengatasi tantangan sosial dan lingkungan, tidak hanya sebagai motor penggerak infrastruktur energi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap kemanusiaan.[rea]






