Jember (beritajatim.com) – Persid, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan ditukangi Herrie Setyawan pada kompetisi Liga 3 tahun ini. Target tetap: lolos ke Liga 2.
“Sebelumnya kami punya dua pilihan yakni coach Mamak (Muhammad Zein Al Hadad), mantan pelatih Deltras, dan coach Herrir Setyawan, mantan pelatih Hizbul Wathon (PSHW),” kata Ketua Yayasan Wis Wayahe Jember Bangkit Rezky Pratama, ditulis Minggu (29/5/2022).
Mamak menolak, karena mengaku hendak beristirahat. “Kami tidak enak mau memaksakan. Sementara setelah Pekan Olahraga Provinsi selesai pada Juli 2022, kami sudah harus mulai melakukan seleksi pemain. Jadi pelatih harus cepat ditunjuk, karena pelatih ini akan scouting di porprov juga,” kata Rezky.
Yayasan memilih Herrie karena faktor pengalaman. “Dia malang melintang di liga kasta tertinggi. Sempat jadi caretaker Djajang Nurdjaman di Persib. Pernah juga jadi asisten pelatih di PSM Makassar. Terakhir dia head coach di PSHW,” kata Rezky.
Herrie Setyawan adalah pelatih kelahiran Makassar, 8 Maret 1959. Sebagai bek kanan, ia pernah ikut membawa tim nasional Indonesia meraih medali emas dalam SEA Games 1991 di Manila. Sebelum menjadi pelatih, ia pernah memperkuat sejumlah klub seperti Bandung Raya, Pelita Jaya, Persib Bandung, PKT Bontang, Persijap Jepara, PS Mojokerto Putra, PSB Bogor, Persma Manado, dan PSSA Asahan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persid-jember”]
Kendati menargetkan diri lolos ke Liga 2, Rezky ingin target itu dijalani secara bertahap. Ia mengambil banyak pelajaran dari kegagalan musim lalu. “Kami harus tetap terus berikhtiar. Kemarin kami sudah berusaha. Mungkim kurang doanya. Bola bundar. Kami tidak bisa menebak, walau pun punya skuad superior, tapi nyatanya di lapangan kami kalah ya sama saja. Pelajaran dari musim lalu adalah kami harus menguatkan tim lagi, mulai dari teknis dan non teknis,” katanya.
Manajemen Persid nantinya akan lebih banyak mengambil pemain muda asli Jember untuk berkompetisi di Liga 3. Persid sudah mengontak empat pemain yang bermain pada musim lalu untuk bertahan. “Empat orang ini masih serius menghadapi Porprov Jatim dulu. Jadi kami tak akan ganggu. Tapi kami sempat ada pembicaraan awal. Setelah porprov mungkin mereka bisa bergabung,” kata Rezky. [wir/ted]






