Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), Aura Sabrina dari Program Studi Bahasa Inggris untuk Industri dan Profesional (BIIP), berhasil menyabet medali emas untuk kategori proficient essay writing. Ia meraihnya pada ajang bergengsi Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) 2.
Kompetisi tingkat nasional yang digelar di Politeknik Negeri Manado, Sulawesi Utara, pada 15 – 17 September 2025 tersebut menjadi saksi ketajaman analisis Aura dalam merangkai kata. Bersama rekannya, Paundra Hafiz, ia mewakili Polinema dalam salah satu cabang lomba paling kompetitif.
Meski dihadapkan pada waktu persiapan yang sangat terbatas, Aura membuktikan bahwa kualitas mampu mengalahkan segala keterbatasan. Kegigihannya berbuah manis saat namanya diumumkan sebagai juara pertama pada malam penghargaan.
Bagi Aura, tantangan terbesar bukanlah para pesaing dari berbagai politeknik se-Indonesia, melainkan manajemen waktu. Ia mengakui bahwa persiapan yang singkat memaksanya untuk bekerja lebih cerdas dan efisien dalam menggali referensi, menyusun kerangka tulisan, hingga berlatih menuangkan gagasan secara kritis.
“Waktunya memang sangat terbatas, jadi saya harus pintar mengatur waktu untuk mencari referensi dan berlatih menulis. Walau terasa menantang, justru itu memberi motivasi lebih,” ungkap Aura kepada beritajatim.com, Jumat (26/9/2025).
Semangat inilah yang mengantarkannya melewati setiap babak kompetisi dengan penuh percaya diri, membuktikan bahwa persiapan matang bukan hanya soal kuantitas waktu, tetapi juga kualitas fokus dan strategi.

Mahasiswi semester 7 ini tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya. Baginya, kemenangan ini bukan sekadar medali atau gelar, melainkan sebuah validasi atas kerja keras dan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal penting untuk masa depannya.
“Saya sangat puas dan bangga dengan hasil ini. Harapannya, kemenangan ini bisa jadi langkah awal untuk lebih percaya diri mengikuti kompetisi lain, baik di dalam kampus maupun di luar kampus,” ujarnya penuh optimisme.
Prestasi Aura sekaligus menegaskan reputasi Polinema sebagai salah satu institusi vokasi unggulan di tanah air. Kemenangannya melengkapi pencapaian gemilang kontingen Polinema di IPEC 2 yang juga meraih prestasi di berbagai kategori lain, seperti storytelling, master of ceremony, interview, hingga videography.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran para dosen pendamping, yakni Nafisya Alfiani Aisyah, Prima Beauty Kartikasari, Garindra Muhammad, dan Andi Reza Maulana, yang senantiasa memberikan dukungan penuh.
IPEC 2 yang mengusung tema “Empowering Voices, Uniting Futures” menekankan vitalnya penguasaan bahasa Inggris untuk menyuarakan ide dan menyatukan masa depan. Kemenangan Aura menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa dari jalur pendidikan vokasi memiliki kemampuan bersaing yang setara dalam ajang akademik yang menuntut pemikiran kritis dan keterampilan tingkat lanjut.
Menutup kisahnya, Aura berbagi pesan inspiratif untuk seluruh mahasiswa Polinema agar tidak pernah takut dan ragu dalam mengambil setiap kesempatan yang datang.
“Yang kita dapat dari sebuah kompetisi bukan hanya penghargaan, tapi juga pengalaman berharga yang membentuk kesiapan kita menghadapi tantangan akademik maupun profesional di masa depan,” katanya menutup dengan penuh semangat. [dan/aje]






