Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan, Djadjang Nurdjaman menyebut timnya akan mewaspadai Persijap Jepara dalam laga Perdana Liga 2 musim ini yang digelar di Stadion Surajaya Lamongan, pada Minggu (10/9/2023), pukul 15.30 WIB.
“Lawan kita Persijap. Tim yang lebih dulu mempersiapkan diri. Tentunya mereka saat ini lebih siap lagi, kita juga pernah melakukan laga ujicoba di masa persiapan, tapi hal itu tidak menjadi ukuran. Kami sangat mewaspadai tim asuhan Salahudin ini,” ungkap Djanur, sapaan akrab pelatih Persela itu.
Djanur juga mengatakan, pihaknya akan berupaya memutus situasi sulit yang kerap menghantui Persela saat memulai laga di awal musim, baik itu main di kandang sendiri maupun saat tandang. Djanur yakin mampu menghapus stigma buruk yang dialami oleh Persela.
“Sudah 10 tahun saat bermain di laga perdana kita sulit, tapi kita motivasi para pemain untuk memecahkan rekor buruk tersebut. Kita optimis dan punya keyakinan untuk tidak menghiraukan situasi buruk tersebut,” terangnya.
Djanur menjelaskan, persiapan yang sudah dijalani oleh timnya cukup bagus, termasuk kondisi para pemainnya. Sehingga, dirinya optimis Persela Lamongan bisa mengawali kompetisi ini dengan hasil yang baik dan mampu meraih poin penuh.
BACA JUGA:
Pelatih Persela Lamongan Sebut Hadirnya Campbell dan Kim Beri Harapan Baru
“Pertandingan perdana itu sulit memang, sering saya ketemui dalam laga sepakbola. Kami terus membesarkan kepercayaan diri para pemain, mudah-mudahan kita bisa enjoy dan bermain dengan lepas,” tuturnya.
Mengenai tim lawan yang akan dihadapinya, Djanur menilai bahwa Persijap merupakan tim yang kuat. Menuritnya, skuat Persijap dihuni oleh para pemain muda yang memiliki kecepatan yang baik.
“Pemain muda Persijap punya kecepatan, coachnya baik. Tapi secara materi individu, kami kurang begitu hafal. Mereka adalah tim yang kuat dan patut kita waspadai,” tandasnya.
Lebih lanjut, Djanur mengaku bakal menerjunkan skuat terbaiknya dalam pertandingan kali ini. Skuat tersebut merupakan kombinasi antara pemain muda, senior dan naturalisasi.
“Skuat Persela tahun ini adalah kombinasi pemain muda dan senior, termasuk pemain naturalisasi. Pada tahun ini semua tim diperbolehkan menggunakan jasa 2 pemain asing. Kita pakai kesempatan itu, juga ada 3 pemain naturalisasi,” jelas Djanur.
BACA JUGA:
Persela Lamongan Tundukkan Persipa Pati, Skor 2-1, Zumavo Gagal Penalti
“Saya mencoba merangkum kombinasi pemain menjadi satu kekuatan. Mudah-mudahan bisa membantu tim, (pemain asing atau naturalisasi) bisa berkolaborasi dengan pemain lokal dan mampu mewujudkan keinginan Persela untuk naik kasta ke Liga 1,” tambahnya.
Masih kata Djanur, pihaknya meminta kepada suporter Lamongan bisa memberikan motivasi positif kepada tim kebanggaannya. Sekaligus bisa datang secara langsung untuk memberikan dukungan penuh.
“Suporter Persela cukup fanatik, selalu memenuhi stadion Surajaya. Semoga besok juga seperti itu, memberikan motivasi yang baik kepada tim untuk bersama-sama berjuang demi Persela Lamongan,” pungkasnya. [riq/suf]






