Lamongan (beritajatim.com) – Akibat kecewa, Persela Lamongan terdegradasi ke Liga 2 pada musim depan, puluhan massa dari suporter Persela menggelar aksi protes dan mengamuk di Pendopo Lokatantra Lamongan, pada Minggu malam, (20/3/2022).
Diketahui, Persela turun kasta setelah menelan sejumlah kekalahan di Liga 1, hingga menyebabkan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut tertahan di zona merah atau urutan ke-17 klasemen sementara, dengan raihan hanya 21 poin.
Persela tak mampu lagi mengejar perolehan angka dan dinyatakan tumbang lantaran mengalami 17 kekalahan, 12 imbang, dan hanya mampu menang 3 kali dari 32 laga yang dilakoni, termasuk digunduli 4-0 oleh Bhayangkara FC pada laga tadi malam.
Menyikapi amukan massa tersebut, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana bersama personilnya langsung terjun guna mengamankan situasi agar lebih kondusif. Selain itu, para petugas kepolisian juga mengawal hingga akhir selama massa menggelar aksinya.
Kala itu, berdasarkan informasi yang diserap dari AKBP Miko, Pendopo Lokatantra menjadi tempat pelampiasan dan amukan suporter saat meluapkan kekesalannya. Bahkan, aksi ini sempat memanas, saat mereka melempar smoke bomb merah yang menyala ke arah pendopo. Mereka juga memblokade jalan sekitar hingga membuat banyak pengguna jalan harus putar balik.
“Kejadian kerusuhan tersebut terjadi pada Minggu malam, (20/3/2022), di mana suporter Persela mengamuk dan memblokade jalan. Massa berkumpul di sekitar alun alun setelah pertandingan Persela usai, mereka lalu berbondong bondong mengarah ke Pendopo Lokatantra Lamongan,” ujar AKBP Miko.
Untuk meredam emosi massa yang saat itu sedang mengamuk, Miko menuturkan, pihak kepolisian mencoba menetralisir keadaan dengan berdiskusi bersama para supporter agar kondisi kembali kondusif.
“Kami mengajak massa untuk bersama menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah lamongan. Karena mengungkapkan pendapat itu memang dibolehkan, namun harus tetap dilakukan dengan tertib, tidak ada provokasi dan tidak ada yang dihubung-hubungkan dengan politik,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bri-liga-1″]
Meski sudah dikawal oleh polisi, namun perwakilan dari Suporter ingin bertemu dengan Manajemen Persela atau Bupati Lamongan selaku CEO Persela untuk menyampaikan aspirasinya. Tak cukup itu, mereka juga mendesak Manajemen untuk meminta maaf kepada suporter serta mencarikan solusi agar Persela bisa lebih baik lagi.
Mengetahui massa tak bisa dibendung lagi, perwakilan dari Manajemen Persela, Edy Yunan Achmadi langsung menemui Suporter untuk meminta maaf serta memberikan penjelasan terkait pertanyaan yang diajukan oleh para supporter saat itu.
“Kondisi anggaran memang saat ini tidak mendukung karena tidak ada masukan dari beberapa pihak termasuk penonton. Seluruh manajemen Persela minta maaf kepada seluruh suporter dan tahun depan mari kita bersama saling bahu-membahu, memberi dukungan serta doa agar Persela bangkit kembali,” beber Yunan.
Setelah massa mendengarkan penjelasan dari pihak Manajemen Persela, mereka lalu secara perlahan membubarkan diri. Mereka juga tampak memasang spanduk sebagai ungkapan kekecewaan pada pihak manajemen di sekitaran kawasan Pendopo Lokantantra.[riq/ted]






