Surabaya (beritajatim.com) – Harapan agar Persebaya Surabaya lolos dari grup C Piala Presiden memang menipis. Grup yang dihuni oleh tim yang cukup memiliki pemain yang bersinar seperti Persib Bandung, Bali United dan Bhayangkara FC membuat tim besutan Aji Santoso bekerja ekstra kerja keras.
Hal ini tentu menjadi sorotan dari para suporter, salah satunya Sinyo Devara. Ia menilai jika Persebaya tak lolos di grup C Piala Presiden, diharapkan bahan evaluasi. Bukan hanya manajemen, pemain dan pelatih.
Menurutnya, turnamen Piala Presiden ini bisa menjadikan Persebaya pelajaran dan menambah pemain terutama pada lini depan. Bahkan chemistry antar pemain masih belum terlihat kompak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
“Memang harapannya (lolos, red) tipis, maka setelah itu harus berbenah atau intropeksi jadikan pelajaran dan tambah pemain terutama sektor depan dan pelatih harus segera menciptakan chemistry antar pemain karena terlihat belum kompak,” ungkap Sinyo, Senin (20/6/2022).
Besar harapan suporter pada perubahan Persebaya usai turnamen Pra Musim di Piala Presiden, terutama untuk pemain muda yang masih perlu memiliki jam terbang di klub liga 1, mengingat banyaknya klub pesaing memiliki kualitas pemain yang mumpuni berada di kasta tertinggi. “Harus ada pemain yang berpengalaman sebagai penyeimbang dan leader, tentunya pemain berpengalaman itu punya skil di atas rata-rata pemain muda,”imbuhnya.
Bahkan suporter pun memberikan harapan besar kepada pemain asing yang dimiliki bajol ijo, adaptasi masih menjadi satu problematika para pemain asing turun di turnamen pra musim ini. “Untuk pemain asing terutama yang masih baru perlu beradaptasi dan fisik masih harus ditambah lagi,”ucap Sinyo. (way/kun)






