Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya menghadapi potensi kehilangan tempat kandangnya saat Piala Dunia U-17 tiba. Klub tersebut akan meminta klarifikasi dari Liga Indonesia Baru (LIB) jika tidak diberikan stadion untuk pertandingan di tengah penyelenggaraan turnamen tersebut di Surabaya.
Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, mengungkapkan bahwa selama pertemuan awal dengan manajemen LIB, belum ada kejelasan mengenai apakah Liga Indonesia akan tetap berlanjut ketika Piala Dunia U-17 digelar pada November 2023.
Namun, hingga saat ini, LIB belum mengambil tindakan resmi terkait hal ini, sementara panitia lokal Piala Dunia U-17 telah memeriksa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), yang merupakan homebase Persebaya Surabaya.
“Kami mengharapkan adanya keadilan dari LIB. Kami tidak ingin Persebaya dirugikan jika nantinya Stadion GBT digunakan sebagai venue Piala Dunia tetapi kami kehilangan homebase,” ungkap Yahya.
BACA JUGA:
Aji Santoso Mundur, Manajemen Persebaya Sudah Siapkan Pengganti
Sebelumnya, Persebaya telah mengajukan dua stadion sebagai opsi homebase, yaitu Stadion Gelora Bung Tomo dan Gelora Joko Samudro. Namun, situasi menjadi kompleks karena Liga 2 direncanakan akan dimulai pada bulan September, sementara Liga 1 juga akan bergulir. Ini dapat mengakibatkan bentrokan jadwal pertandingan.
Yahya menambahkan, “Ketika musim dimulai, kami telah mendaftarkan dua stadion. Jika semua kompetisi dimulai, tentu akan ada bentrokan jadwal. Saya berharap LIB bisa mengatasi masalah jadwal ini.”
Lebih lanjut, Yahya menyatakan bahwa LIB harus siap bertanggung jawab atas jadwal kompetisi yang berdekatan. Mereka harus memiliki solusi, baik untuk melanjutkan kompetisi secara normal maupun meliburkannya jika diperlukan.
BACA JUGA:
Hasil Pekan ke-8: Persebaya, Persik, dan Madura United Menang
“Meskipun kami belum mengirim surat resmi kepada LIB karena belum pasti apakah Liga akan berjalan saat Piala Dunia U-17 berlangsung, namun masalah jadwal seharusnya sudah dikelola sejak sekarang. Keputusan berada di tangan LIB, jika mereka merasa tidak bisa mengelola, mereka bisa memutuskan untuk meliburkan,” ungkapnya.
Dalam konteks ini, terungkap bahwa Persebaya Surabaya berpotensi kehilangan homebase mereka jika Piala Dunia U-17 benar-benar diselenggarakan di Surabaya. Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik, yang sebelumnya dianggap sebagai opsi kedua untuk homebase, akan digunakan oleh Gresik United, klub Liga 2, yang akan memulai kompetisi mereka pada bulan September mendatang. [way/beq]






