Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya, Paul Munster, tidak ingin dikatakan sebagai pelatih spesialis seri. Baginya, setiap pertandingan tidak bisa diprediksi.
Secara pribadi, Munster mengaku tidak merasa senang jika timnya harus berakhir dengan hasil seri atau kalah dalam setiap pertandingan. Menurutnya, harapannya ketika melatih dan memberikan taktik adalah agar para pemainnya bisa mencetak gol sebanyak mungkin dalam peluang yang sering muncul.
“Saya tidak pernah senang dengan hasil imbang, karena harapan kami adalah untuk menang dari peluang dan hal lainnya. Tapi finishing kami selalu kurang bagus dan itu kenyataannya,” ungkap Munster pada Rabu (31/1/2024).
Dalam pertandingan pertama ini, pelatih asal Irlandia ini mencoba menganalisis bahwa permainan para pemainnya tidak terlalu buruk, mereka mendapatkan banyak peluang meskipun hanya berhasil mencetak satu poin.
Para pemain masih perlu melakukan improvisasi lebih lanjut untuk memperbaiki kondisi, mengingat empat hari setelah ini mereka harus bertanding kembali melawan Bhayangkara FC pada Minggu (4/1/2024).
“Kita memiliki waktu empat hari ke depan, setelah ini mereka akan melakukan pemulihan untuk memperbaiki keadaan. Apalagi cuaca saat ini sedang tidak bagus, jadi para pemain perlu pemulihan menjelang pertandingan melawan Bhayangkara, dan para pemain membutuhkannya,” tambahnya.
Saat ini, Munster meminta kepada para pemainnya untuk melupakan kondisi pertandingan melawan PSIS Semarang dan fokus menyiapkan laga berikutnya melawan Bhayangkara FC. Persebaya Surabaya dalam 10 pertandingan terakhirnya masih belum meraih kemenangan.
Saat ini, Persebaya Surabaya berada di urutan ke-13 dalam klasemen sementara dengan perolehan poin akhir sebanyak 27 dalam 23 pertandingan selama putaran pertama dan kedua. [way/but]






