Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri usai ditahan imbang 1-1 oleh Dewa United. Tim tamu bermain dengan sepuluh pemin dalam laga pekan ke-19 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (1/2/2026) malam itu.
Babak Pertama
Sejak menit awal, Persebaya memilih bermain sabar dengan membangun serangan secara bertahap. Dewa United justru lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Persebaya menunggu momentum untuk melancarkan serangan balik.
Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Serangan balik terukur yang dirancang anak asuh Bernardo Tavares sukses memecah kebuntuan. Berawal dari umpan panjang Jefferson yang dikontrol dengan baik oleh Gali Freitas, bola kemudian mengalir ke Arif Catur yang memiliki ruang luas di sisi kanan.
Arif Catur melakukan akselerasi menusuk pertahanan Dewa United sebelum melepaskan umpan tarik matang ke dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan, Francisco Rivera menyambut bola dengan sentuhan tap-in dan membawa Persebaya unggul 1-0 pada menit ke-23.
Sayangnya keunggulan tuan rumah tidak berlangsung lama. Sebab Dewa United berhasil menyamakan skor pada menit ke-30 lewat Kafiatur Rizky. Gelandang 19 tahun itu menjebol gawang Persebaya usai memaksimalkan assist Theo Numberi.
Petaka kemudian menghampiri Dewa United pada menit ke-37. Bek Nick Kuipers, diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Sebagai antisipasi, Dewa United memasukkan bek Cássio Scheid menggantikan Noah Sadaoui.
Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor imbang 1-1 tetap bertahan.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persebaya diharapkan tampil lebih menekan dengan keunggulan jumlah pemain. Namun, Dewa United justru menunjukkan disiplin dan keberanian. Serangan-serangan cepat tetap dilancarkan melalui kecepatan Taisei Marukawa dan kreativitas Alexis Messidoro.
Persebaya tetap setia dengan permainan sabar khas Bernardo Tavares, mengandalkan transisi cepat untuk membongkar pertahanan lawan.
Peluang emas sempat hadir ketika Mihailo Perovic yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menjebol gawang Dewa United setelah menerima rangkaian umpan dari Rivera dan Risto Mitrevski.
Sayangnya, euforia publik GBT harus tertahan. Wasit memutuskan meninjau ulang melalui VAR. Hasilnya, gol tersebut dianulir karena dinilai terjadi pelanggaran lebih dulu terhadap Brian Fatari sebelum proses umpan terakhir terjadi.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah. Hasil ini membuat Persebaya kembali kehilangan poin penting di kandang, sementara Dewa United berhasil membawa satu angka. (faw/ted)






