Surabaya (beritajatim.com) – Usai gelaran Piala Dunia U17 di Kota Surabaya, rupanya berdampak positif bagi insan sepak bola di Jawa Timur, salah satunya Persebaya Surabaya. Sebab, manajemen Persebaya berencana mengadopsi regulasi pertandingan sepak bola sebagaimana Piala Dunia U17 pada laga home skuad Bajul Ijo mendatang.
Hal ini dikatakan Ram Surahman, Ketua Panpel Persebaya. Menurutnya, banyak pelajaran yang didapat saat menjadi bagian sebagai LOC Staf di FIFA World Cup selama di Surabaya. Banyak hal yang bisa diterapkan untuk laga home Persebaya melawan Persija Jakarta mendatang.
Banyak penerapan yang dilakuan oleh FIFA dalam pertandingan kemarin. Salah satunya shuttle bus yang diterapkan untuk suporter, dimana tidak diperbolehkan parkir di dalam area stadion. Namun, hal itu akan dilakukan secara bertahap.
Yang hanya bisa diaplikasiakan dalam waktu dekat, katanya, adalah penggunaan nomor kursi meski nantinya masih belum di seluruh tribun di Stadion gelora Bung Tomo, kecuali tempat duduk superfans. “Kemarin kami sudah mempelajari mengenai tiket bernomor dan kami akan menjajaki dari waktu pemesanan tiket diaplikasikan namun untuk semenetara kita akan coba di kategori superfans,” ungkap Ram, Senin (27/11/2023)
Ditambahkan Ram, manajemen telah melakukan koordinasi dengan tim IT mengenai seat untuk kategori superfans. Rencananya, nanti para suporter ketika membeli tiket superfans memilih sendiri nomor seat sesuai yang ada di aplikasi.
“Kita pengen nanti bisa seperti membeli tiket bioskop, jadi para suporter yang membeli ini bisa memilih sendiri nomor kursinya dan ini masih kami koordinasikan kepada IT apakah memungkinkan seperti itu atau tidak,” imbuhnya.
Bukan hanya masalah nomor kursi di tribun, nantinya panitia pelaksana juga akan menata untuk penjual makanan dan minuman. Jika UMKM di Piala Dunia berjualan di area stadion masih belum maskimal, nantinya Persebaya akan lebih memaksimalkan di area luar dan lantai 3 Stadion Gelora Bung Tomo.
“Kita akan berkolaborasi dengan para UMKM binaan Benowo dan sekitarnya, pihaknya akan memaksimalkan hal ini. Hanya saja nanti kita akan suplay untuk penjualan minuman seperti fokus pada penjualan minuman sponsor,”
imbuhnya.
Selain itu, keamanan juga akan mulai perlahan diterapkan dengan menggunakan skema regulasi FIFA saat Piala Dunia U17. Mereka masih menyimpan dan bisa menerapkan modul seperti sebelumnya. “Pengamanan juga bisa diubah seperti modul di piala dunia apakah bisa diterapkan, dan mana yang kira-kira memungkinkan untuk diterapkan,” ucapnya.
Diharapkan dengan perubahan ini para suporter bisa bersinergi dengan manajemen membawa sepak bola Indonesia lebih baik. “Harapakan kami suporter berubah dan moment piala dunia kemarin adalah perubahan jika kemarin bisa, masa saat kompetisi Liga 1 tidak bisa?” ucapnya.(way/kun)
BACA JUGA: Bonek Asal Belanda Sedih Gagal Saksikan Persebaya VS PSIS






