Surabaya (beritajatim.com) – Rick Braker, salah satu suporter Persebaya Surabaya asal Belanda ini harus menelan kekecewaan. Pasalnya bonek berusia 32 tahun ini sudah datang jauh-jauh ari negeri kincir angin namun gagal melihat tim kebanggaanya bertanding hari ini, Minggu (26/11/2023).
Hal ini karena, Persebaya harus menunda pertandingan homenya lantaran masih belum mendapatkan home base untuk menjamu PSIS Semarang pasca tragedi kericuhan di Stadion Gelora Joko Samudro usai pertandingan antara Gresik United melawan Deltras FC minggu lalu.
BACA JUGA:Tabrak Truk Parkir di Lamongan, Warga Bojonegoro Tewas
Diceritakan oleh pemilik akun Bonek Belanda, dia datang dari Belanda menuju Jakarta pada 4 November lalu dan tiba di Surabaya pada 6 Novmber lalu dengan harapan bisa melihat tim kesayangannya berlaga.
“Saya terbang dari Belanda menuju ke Jakarta pada 4 November. Tiba di Jakarta 6 November karena Saya transit terlebih dahulu di Istanbul. Saya tinggal selama 3 hari. Lalu saya terbang menuju Surabaya untuk menonton pertandingan sepak bola antara Persebaya VS PSIS Semarang. Namun, sayangnya pertandingan ditunda. Oleh karena itu saya ada disini. Sekarang dibuat liburan aja sebelum kembali ke Belanda Selasa besok,” ungkap Rick.
Fans Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya satu-satunya klub Indonesia yang paling dikagumi dirinya, sejak dirinya bermain ke Surabaya pada tahun 2017 lalu ia melihat salah satu tim yang memiliki suporter dengan fanatisme yang tinggi hal itu yang mengetuk hatinya memiliki rasa penasaran yang tinngi terhadap tim yang bermarkas di Gelora Bung Tomo Surabaya ini.
“Saya ngefans dengan Persebaya sejak saya pertama kali ke Surabaya. Saya melihat bonek karena fanatismenya terhadap Persebaya. Saya senang melihat aksi para bonek ketika di Stadion. Ketika saya pertama kali kesini sekitar 7 tahun lalu. Saya melihat suasana pertandingan sepak bola di Indonesia dan para suporternya sangat mengasyikkan,” imbuhnya.
BACA JUGA:Awas! Modus Baru Peretasan Data Lewat WA dengan Beri BLT
Rasa kecewa pasti ada dibenak dirinya pasalnya dia telah menabung selama satu tahun untuk datang ke Surabaya dan melepas kerinduannya dengan suasana stadion dimana tim kebanggaan Arek Suroboyo ini bermain namun gagal karena permasalahan home base.
“Saya sedih pertandingan persebaya harus ditunda. Mungkin saya akan kembali lagi kesini,” cetusnya.
Rick sendiri mengetahui Persebaya Surabaya ini dari YouTube yang selalu bersliweran lalu ia mencoba mencari tahu tentang tim ini dan datang ke Surabaya menyaksikan langsung sejak Perebaya masih berada di liga 2 Indonesia .
“Saya mengetahui persebaya dari YouTube. Lalu saya tertarik untuk menyaksikkan secara langsung. Saya sudah ke surabaya sebanyak 6 kali. Saya sudah melihat pertandingan Persebaya sebanyak 3 kali yakni di Bali, Lamongan, dan Sleman,” ucapnya.
Diakui Rick sepak bola Indonesia tentu berbeda dengan eropa baik dari segi pembinaan hingga cara permainnya, namun soal fanatisme suporter Indonesia tak kalah loyal dengan negara berkembang di Eropa atau yang lain. Namun ia meyakini jika sepak bola Indonesia akan bertumbuh dengan kualitas yang lebih baik.
“Pertandingan sepak bola di Indonesia memang tidak sama dengan yang di Eropa. Tapi, saya yakin kualitas sepak bola di Indonesia akan terus bertumbuh,” tutupnya. (Way/Aje)






