Tuban (beritajatim.com) – Persatu Tuban sukses mengamankan tiga poin setelah menaklukkan Nganjuk Ladang dengan skor 2-1 pada lanjutan Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 yang digelar di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Rabu (7/1/2026).
Sejak awal laga, kedua tim menampilkan permainan sengit. Persatu Tuban beberapa kali mencoba menekan melalui umpan-umpan panjang. Namun, lini pertahanan Nganjuk Ladang racikan Mochammad Hasan tampil disiplin dengan menerapkan jebakan offside.
Tensi pertandingan meningkat pada menit ke-31 setelah pemain Persatu Tuban bernomor punggung 82, Eka Yuda Pratama, diganjar kartu kuning. Semenit berselang, Nganjuk Ladang melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Nur Ari Syarifudin menggantikan Sidik Tri Nugroho.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-38. Iryanto Wandik (No. 7) membawa Persatu Tuban unggul melalui tendangan terarah yang tak mampu dihalau kiper Nganjuk Ladang.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Nganjuk Ladang berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Shodik Achmad Fatoni (No. 3). Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Nganjuk Ladang tampil lebih agresif. Dua kartu kuning diterima pemain tim tamu, salah satunya akibat pelanggaran Eko Tri Prakoso di kotak penalti Persatu Tuban pada menit ke-50. Persatu mendapat hadiah penalti, namun eksekusi Wandik gagal berbuah gol.
Setelah melakukan sejumlah pergantian pemain, Persatu Tuban perlahan bangkit. Tekanan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-70. Egik Apriansyah (No. 19) sukses mencetak gol penentu kemenangan, sekaligus mengunci skor akhir 2-1 untuk Persatu Tuban.
Head Coach Persatu Tuban, Slamet Sampurno, mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. Ia menilai pertandingan berjalan sulit dan permainan timnya belum sepenuhnya sempurna, khususnya di lini tengah dan pertahanan.
“Kami harus tetap solid dengan stok pemain yang terbatas. Pada laga berikutnya melawan Pasuruan United, kami harus lebih siap karena mereka tim bagus dan memiliki beberapa pemain yang perlu diwaspadai,” ujar Slamet.
Meski demikian, ia mengapresiasi kerja keras para pemain dan menegaskan akan melakukan evaluasi agar performa tim lebih baik pada pertandingan selanjutnya, 9 Januari 2026, melawan Pasuruan United.
Sementara itu, salah satu pemain Persatu Tuban, Edy W, juga bersyukur atas kemenangan tersebut. Menurutnya, laga melawan Nganjuk Ladang tidak berjalan mudah, terlebih banyak pemain Persatu yang absen.
“Semoga di pertandingan terakhir nanti kami bisa meraih tiga poin lagi untuk memastikan lolos ke babak berikutnya,” tutupnya. [dya/but]






