Jember (beritajatim.com) – Nasib perpanjangan landasan pacu Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur masih tanda tanya. Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jember dan Lumajang diharapkan memainkan peran kunci.
Saat ini panjang landasan pacu Bandara Notohadinegoro adalah 1.800 meter, sehingga hanya bisa didarati pesawat tipe ATR yang berkepasitas 70 penumpang. Jika ingin didarati pesawat tipe Boeing, maka perlu penambahan panjang landasan pacu menjadi 2.500 meter.
Namun penambahan panjang landasan pacu tak juga terwujud. Lahan bandara masih menjjadi aset hak guna usaha PT Perkebunan Nusantara. Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo sudah berkoordinasi dengan sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jember.
Komisi C berharap para anggota DPR RI bisa memfasilitasi pembahasan mengenai status tanah Bandara Notohadinegoro. “Kami sudah menyampaikan, bahwa untuk penerbangan pesawat yang lebih besar, harus ada perpanjangan runway. Alhamdulillah respons dari beliau di DPR RI bagus,” kata Ardi, Rabu (14/1/2026).
“Kita tinggal mengajukan konsepnya. Kami bulan ini akan rapat dengan Dinas Perhubungan untuk memastikan agar PTPN bisa memberikan kembali lahan digunakan untuk runway,” kata Ardi.
Ardi yakin para anggota DPR RI dari Dapil Jember-Lumajang merespons permintaan ini untuk mewujudukan perpanjangan landasan pacu. Dia yakin perpanjangan landasan pacu akan meningkatkan perekonomian karena investor yang datang akan lebih banyak.
“Kuncinya kami tetap melakukan permohonan kepada Kementerian. Perhubungan dan tentunya difasilitasi oleh teman-teman DPR RI,” kata Ardi. [wir]






