Jember (beritajatim.com) – Nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah bergentayangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Permintaan fogging dari masyarakat kepada Palang Merah Indonesia (PMI) setempat meningkat.
Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki mengatakan, sebelum melakukan pengasapan atau fogging, tim akan turun melakukan penilaian dan cek lapangan. “Jika laporan benar maka langsung diterjunkan tim untuk melakukan fogging dan ini gratis tanpa dipungut biaya apapun,” katanya, ditulis Jumat (12/8/2022).
PMI harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jember yang menjadi pemangku kebijakan kesehatan sebelum melakukan fogging. “Fogging tidak boleh dilakukan terlalu sering di satu tempat, agar nyamuk Aedes aigypti di wilayah tersebut tidak kebal,” kata Zaenal.
[berita-terkait number=”4″ tag=”fogging”]
Tim PMI Jember dalam waktu empat hari terakhir ini sudah melakukan fogging di dua kecamatan, yakni Sumbersari dan dan Semboro. Fogging dilakukan di RT 001, RW 015 Lingkungan Sriwijaya Cluster, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, setelah dua orang warga di sana terkena demam berdarah. Total ada 60 rumah yang ditinggali 172 orang warga yang diasap.
“Kalau sudah difogging begini warga tidak terlalu was-was. Kalau belum difogging, nyamuk Aedes aigypti masih berkeliaran di sekitar lingkungan sini,” kata Sandy Hidajanto, sekeratris Linngkungan Cluster Kranjingan.
Lokasi berikutnya adalah 50 rumah dan dua sekolah di Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro. Di sini, satu warga meninggal dan empat orang lainnya sakit akibat gigitan nyamuk demam berdarah.
Imron Syafi’i, petugas PMI Jember mengatakan, penyemprotan Foging dilakukan setelah mendapatkan permintaan dari pemerintah desa setempat. “Memang kami melihat beberapa tempat di rumah rumah warga yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DB, oleh karenanya kami juga mengimbau kepada warga untuk tetap menjaga kebersihannya,” katanya. [wir]






